Ada-ada saja ulah pelanggar lalu lintas ketika bertemu polisi di jalan raya. Terbaru, pengendara motor yang kepergok melawan arah, tiba-tiba berbelok ke toko tanaman dan membeli kembang.
Pemandangan kocak tersebut dibagikan akun Instagram @robimalianzani38 dan @polantasindonesia, Rabu (7/1). Pada tayangan berdurasi singkat itu, pemotor yang melawan arah berpapasan dengan perekam video yang merupakan petugas kepolisian. Ketika merasa keciduk, pemotor itu kemudian berbelok ke toko tanaman.
“Kenapa, Pak? Mau beli kembang? Pakdhe ada yang mau beli kembang, nih, pakdhe,” demikian respons polisi usai melihat pelawan arah itu berbelok ke toko tanaman, dikutip Kamis (8/1).
Pelawan arah itu kemudian beralasan, sejak awal memang berniat ingin ke toko tanaman. Meski demikian, polisi tak percaya. Sebab, gerak-geriknya benar-benar spontan. Dia terlihat sangat terpaksa berbelok ke toko tersebut.
“Kau melawan arus kau ini, ada videonya kau ini, masih aja kau ngeyel. Kutunggu, beli kembang, rezeki pakdhenya ini,” kata polisi.
Polisi tersebut kemudian menunggu si pelawan arah sampai benar-benar membeli kembang. Hasilnya, pelanggar lalu lintas tersebut hanya membeli kembang kecil yang masih berbentuk bonggol.
Setelah membelinya, pemotor itu kemudian kembali ke kendaraannya dan berputar arah. Dia masih beralasan, tujuan utamanya lawan arah memang untuk ke toko tanaman.
Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan, perilaku melawan arah makin sering terlihat di jalan raya Indonesia. Menurutnya, pelanggaran itu tumbuh karena lemahnya penegakan hukum.
“Benar, banyak kendaraan lawan arah dan sekarang mulai masif atau berjamaah karena rendahnya penegakan hukum,” ujar Sony Susmana kepada detikOto.
Selain lemahnya penegakan hukum, kata Sony, pengendara di Indonesia juga punya karakter nekat dan tak sabaran. Mereka, kerap mencari cara untuk memangkas waktu di jalan raya. Salah satunya, tentu saja, dengan melawan arah.
“Nggak bisa dipungkiri, banyak juga yang pengemudi yang berpikir simpel atau pendek, sekalipun harus melawan arah, bahkan imbauan atau teguran polisi dianggap angin lalu. Menurut saya, ini salah satu yang membuat hilangnya wibawa petugas,” tuturnya.
“Bayangkan, bagaimana kondisi lalu lintas di Indonesia lima tahun lagi? Jadi, lima tahun lagi itu implementasi hukumnya harus tegas yang diterapkan oleh kepolisian,” kata Sony menambahkan. momen
