Produsen motor legendaris asal Inggris, Phelon & Moore, resmi kembali ke dunia roda dua lewat skutik Panthette X. Motor ini punya gaya petualang yang sepintas mirip Honda ADV 160.
Skuter ini dirancang dengan pendekatan berbeda, menggabungkan karakter petualang dengan sentuhan premium. Salah satu keunggulan motor ini yaitu penggunaan suspensi depan upside-down, fitur yang jarang ditemui di skutik petualang.
Phelon & Moore merupakan merek Inggris dengan sejarah panjang sejak 1904. Nama ini pernah dikenal lewat mobil seri Panther, sebelum akhirnya dihidupkan kembali sebagai produsen kendaraan premium yang menonjolkan desain, detail, dan karakter kuat. Filosofi tersebut terasa kental pada Panthette X, yang diposisikan sebagai motor life style untuk petualangan harian.
Dari sisi tampilan, Panthette X tampil unik dengan lampu depan tunggal berbentuk bulat bergaya retro-modern. Aura petualang semakin kuat berkat penggunaan ban semi off road, velg jari-jari tubeless, pelindung mesin bull bar, serta setang dengan hand guard.
Menariknya, Panthette X ditawarkan dalam beberapa pilihan mesin: 125 cc, 250 cc, dan 300 cc. Semuanya mengusung mesin satu silinder, 4 katup, berpendingin cairan, dan sudah memenuhi standar emisi Euro 5+. Varian tertinggi 300 cc diklaim menghasilkan tenaga 17,5 dk dan torsi 25 Nm, sementara versi 250 cc punya output sekitar 16,5 dk.
Tak hanya tampil tangguh, fitur yang ditawarkan motor ini juga tergolong mewah. Skutik ini dibekali layar TFT 7 inci, konektivitas smartphone, ABS, handle berpemanas, visor adjustable, hingga hand guard. Harga Panthette X pun tak murah, mulai 5.490 poundsterling (Rp 123,8 juta) di Inggris.
Dengan banderol tinggi, Panthette X menyasar konsumen yang menginginkan skutik petualang dengan desain unik, dan fitur lengkap. Namun untuk bersaing dengan motor-motor skutik petualang Jepang, motor ini dirasa terlalu mahal harganya.
