Ban Belakang Isuzu Panther Lepas, Gelinding Sendiri di Tol

Posted on

Ban Isuzu Panther gelinding saat melintas di jalan tol. Ini pelajaran penting dari peristiwa tersebut.

Isuzu Panther mengalami nasib sial saat melintas di jalan tol Sidoarjo-Surabaya. Dalam video yang diunggah akun TikTok titaniaanggraini12 terlihat, ban belakang sebelah kanan Isuzu Panther berkelir biru terlepas dan menggelinding sangat cepat ke bahu jalan.

Beruntung ban itu menghantam pembatas jalan sehingga membuat laju ban terhenti. Pengemudi juga dengan sigap mengarahkan mobil ke bahu jalan dan tampak asap yang timbul di aspal karena ada gesekan. Tak juga ada korban dari insiden tersebut.

Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengungkap kejadian itu bisa jadi pelajaran untuk para pemilik mobil. Sony menjabarkan ada beberapa faktor yang menyebabkan ban mobil belakang terlepas dan menggelinding begitu saja.

“Jika lepas roda belakang biasanya karena faktor baut roda yang kendor/aus, karat, modifikasi, as roda yang rusak, komponen kaki-kaki yang tidakk terawat,” kata Sony saat dihubungi detikOto, Jumat (2/1/2026).

Pada dasarnya kata Sony semua pabrikan melahirkan mobil dalam kondisi baik. Namun urusan perawatan tentu kembali ke pemiliknya. Termasuk untuk penggunaannya. Adapun hal itu bisa dicegah dengan mengetahui beberapa tanda ada masalah pada kaki-kaki mobil.

Pertama saat mendengar suara berdengung saat jalan, ini besar kemungkinan menunjukkan as roda sudah lemah. Shockbreaker basah juga bisa jadi satu tandanya karena mungkin ada kebocoran. Ketiga, ketika berjalan berbelok bunyi suara berulang-ulang, kemungkinan as roda (FWD) sudah lemah. Keempat, saat melewati jalan jelek ada bunyi-bunyi mengganggu, kemungkinan balljoint, tie rod/long, karat body, karet support shockbreaker, racksteer dan lain-lain sudah lemah.

Pastikan kamu melakukan perawatan dengan benar. Lakukan penggantian sparepart kalau memang sudah seharusnya. Hindari membawa beban berlebihan saat berkendara karena mempengaruhi kinerja kaki-kaki. Hindari gaya berkendara agresif.

“Bahwa roda itu tidak ujug-ujug lepas, pasti ada tanda-tanda abnormal sebelumnya,” pungkas Sony