Era baru Yamaha di MotoGP resmi dimulai. Pabrikan berlogo garpu tala ini tidak hanya memamerkan tampilan motor terbarunya, tetapi juga membawa misi besar melalui proyek mesin V4 yang benar-benar baru.
Fabio Quartararo dan Alex Rins pun angkat bicara mengenai ekspektasi mereka terhadap motor anyar ini. Dari sisi visual, kedua pebalap memberikan nilai positif untuk livery musim 2026. Fabio Quartararo menyebut kombinasi warna biru, hitam, dan logo Monster Energy membuat motor ini terlihat unik dan indah.
“Saya pikir ini unik, karena Anda benar-benar bisa mengenali kekuatan dari Yamaha dengan energi berwarna biru, hitam, dan monster. Unik, cepat, dan indah,” ujar Quartararo.
Senada dengan rekannya, Alex Rins juga memuji desain bagian depan motor yang dianggapnya sangat agresif.
Transisi ke mesin V4 merupakan lompatan besar bagi Yamaha. Alex Rins menegaskan bahwa tim telah bekerja keras, melibatkan kolaborasi antara insinyur Jepang dan Italia untuk mensukseskan proyek ini.
“Seperti yang Fabio katakan, ini adalah proyek yang benar-benar baru dengan mesin baru,” kata Rins.
“Motor ini terlihat bertenaga. Mari kita lihat apakah mobil bisa (benar-benar) powerful,” ceplos Rins.
Ia juga menyoroti progres pengembangan yang intens, di mana setiap pengujian di Barcelona, Misano, hingga Valencia selalu membawa sesuatu yang baru untuk dicoba.
Meski optimistis, Quartararo menyadari bahwa mengejar ketertinggalan adalah proses yang panjang. Baginya, fokus utama saat ini adalah memperbaiki performa di segala lini, terutama pada sektor kekuatan mesin.
“Proyek ini sangat cepat. Jadi, ada banyak yang perlu diperbaiki di mana-mana. Kekuatan mesin, dan hal-hal yang paling penting lainnya,” ungkap pebalap asal Prancis tersebut.
Keduanya kini menatap Tes Sepang yang akan berlangsung selama lima hari dalam dua pekan ke depan. Pengujian ini akan menjadi krusial untuk menentukan arah pengembangan Yamaha sepanjang musim 2026.
“Sangat penting untuk menemukan arah kita untuk musim ini. Dan semoga lebih cepat daripada tahun lalu,” tutup Quartararo.
