VinFast menandai langkah penting dalam pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia melalui beroperasinya fasilitas produksi kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat. Pabrik ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang VinFast dalam memperluas jaringan manufaktur global sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap ekosistem kendaraan listrik nasional.
Kehadiran pabrik VinFast di Subang diharapkan mendorong peningkatan daya saing industri otomotif berbasis listrik di dalam negeri, mempercepat lokalisasi produksi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Fasilitas ini menjadi pabrik pertama VinFast di Indonesia dan Asia Tenggara di luar Vietnam, sekaligus pabrik keempat VinFast secara global.
Pabrik VinFast Subang diselesaikan dan mulai beroperasi dalam waktu sekitar 17 bulan sejak peletakan batu pertama. Keberhasilan penyelesaian proyek sesuai jadwal mencerminkan kesiapan VinFast dalam mengeksekusi investasi strategis serta komitmen perusahaan dalam mendukung agenda industrialisasi hijau di Indonesia.
CEO VinFast Asia Pham Sanh Chau menyebut pembangunan pabrik ini sebagai wujud komitmen nyata perusahaan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan.
“Tujuh belas bulan lalu kami memulai pembangunan pabrik ini dengan satu misi yang jelas, membangun ekosistem hijau yang komprehensif,” ujar Pham dalam keterangan tertulis, Rabu (7/12/2026).
Ia menegaskan bahwa kecepatan penyelesaian pabrik menjadi bukti kemampuan eksekusi VinFast dalam merealisasikan komitmen tersebut.
“Kami tidak hanya berbicara, tetapi juga mewujudkannya. Ini adalah bukti kecepatan dan kemampuan eksekusi VinFast,” ucapnya.
Dalam pengembangannya, VinFast menargetkan tingkat lokalisasi yang progresif sejalan dengan kebijakan pemerintah. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) ditargetkan melampaui 40 persen pada 2026, meningkat menjadi 60 persen pada 2029, dan mencapai 80 persen mulai 2030. Upaya ini didukung dengan pembangunan ekosistem industri pendukung di kawasan Subang, termasuk pengembangan kawasan pemasok atau supplier park.
Dari sisi pemerintah, proyek ini dipandang sejalan dengan agenda penguatan industri hijau dan percepatan transisi energi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai kehadiran pabrik VinFast dapat menjadi penggerak baru bagi industri kendaraan listrik nasional.
“Sesuai namanya, VinFast, pembangunan pabrik ini memang sangat cepat. Tidak semua manufaktur mampu melakukannya,” kata Airlangga.
Ia juga berharap VinFast terus meningkatkan tingkat komponen dalam negeri dengan menggandeng pelaku industri lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan industri dalam negeri.
Manajemen VinFast Indonesia menilai pabrik Subang sebagai fondasi utama keberlanjutan bisnis perusahaan di Tanah Air. CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menyampaikan bahwa sejak tahap awal operasional, pabrik ini telah menyerap sekitar 900 tenaga kerja.
“Subang memang menjadi prioritas kami untuk tenaga kerja. Tenaga kerja terdidik dan terlatih tentunya harus memenuhi standar VinFast,” ujarnya.
Menurut Kariyanto, apabila seluruh fase pembangunan pabrik telah terselesaikan, fasilitas ini berpotensi menyerap hingga 15 ribu tenaga kerja.
“Ke depannya, tidak hanya kendaraan roda empat yang akan dirakit di pabrik ini, tetapi juga kendaraan roda dua, dengan total produksi yang ditargetkan mencapai sekitar 300 ribu unit per tahun,” ucapnya.
Pabrik VinFast Subang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare dan dikembangkan secara bertahap dengan total investasi lebih dari USD 1 miliar. Pada kapasitas penuh, fasilitas ini diproyeksikan mampu memproduksi hingga 350.000 unit kendaraan per tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus membuka peluang ekspor.
Pada fase awal, VinFast mengalokasikan investasi lebih dari USD 300 juta dengan kapasitas produksi sekitar 50.000 unit per tahun. Fasilitas ini dilengkapi lini produksi terintegrasi berstandar internasional dengan tingkat otomasi tinggi, mencakup proses pengelasan bodi, pengecatan, perakitan, inspeksi kualitas, hingga logistik.
Seiring peningkatan kapasitas, pabrik ini diperkirakan mampu menciptakan sekitar 5.000 hingga 15.000 lapangan kerja langsung, serta ribuan lapangan kerja tidak langsung di sektor rantai pasok dan layanan pendukung. Dampak ini diharapkan memperkuat posisi Subang sebagai salah satu pusat industri kendaraan listrik baru di Indonesia.
Pada tahap awal operasional, pabrik Subang memproduksi sejumlah model kendaraan listrik strategis VinFast untuk pasar Indonesia, yakni VF 3, VF 5, VF 6, dan VF 7 dengan setir kanan yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas perkotaan. Ke depan, fasilitas ini juga dipersiapkan untuk merakit model baru, termasuk sepeda motor listrik dan MPV listrik yang disesuaikan dengan kebutuhan komersial dan layanan.
Selain menyasar pasar domestik, pabrik VinFast Subang juga diproyeksikan menjadi hub ekspor ke negara-negara Asia Tenggara dan kawasan sekitarnya. Dengan beroperasinya fasilitas ini, VinFast semakin menegaskan perannya dalam membangun rantai nilai kendaraan listrik yang terintegrasi di Indonesia sekaligus memperkuat posisi kawasan Asia Tenggara dalam peta industri kendaraan listrik global.
