PT Toyota-Astra Motor (TAM) membawa kabar mengejutkan mengenai jagoan terbarunya, Toyota Veloz Hybrid (HEV). Meski baru masuk tahap pre-booking, mobil sejuta umat versi ramah lingkungan ini langsung diserbu ribuan peminat. Namun, di balik kesuksesan tersebut, bos Toyota justru menyampaikan permohonan maaf. Kenapa?
Vice President Director PT TAM, Henry Tanoto, mengungkapkan bahwa hingga akhir Desember 2025, angka pemesanan Veloz Hybrid sudah menyentuh angka hampir 4.000 unit. Tingginya antusiasme ini diakuinya sempat di luar ekspektasi awal.
“Kita confident kalau hybrid ditaruh ke Veloz, rasanya bisa jadi solusi masyarakat Indonesia yang ingin memiliki mobility efisien dan peace of mind. Penerimaannya cukup baik, kita cukup senang,” ujar Henry saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (26/1/2026).
Dari ribuan pemesan tersebut, Henry membeberkan bahwa varian tertinggi yakni Veloz V HEV menjadi tipe yang paling banyak diburu oleh konsumen Indonesia.
Meski surat pemesanan kendaraan (SPK) sudah menumpuk, unit Veloz Hybrid belum mendarat di garasi konsumen bulan ini. Henry menegaskan proses distribusi baru akan dimulai pada bulan depan.
“Kita akan start delivery itu di bulan Februari ya. Di bulan Februari ke customer kita,” jelasnya.
Namun, membludaknya jumlah antrean membuat masa tunggu alias inden tidak bisa dihindari. Hal inilah yang mendasari Henry untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para calon pemilik Veloz Hybrid yang sudah menanti sejak akhir tahun lalu.
“Jadi kan yang inden tadi saya bilang sudah pre-booking-nya sampai akhir Desember saja sudah hampir 4.000 unit. Kita nanti secara bertahap akan deliver mulai bulan Februari. Jadi sekalian nih, minta maaf kepada customer yang menunggu cukup lama,” ungkap Henry.
Toyota berjanji tidak akan tinggal diam melihat antrean panjang tersebut. Henry memastikan pihaknya tengah menggenjot segala lini agar proses pengiriman tidak meleset dari jadwal.
“Kita akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa deliver-nya secepatnya lah untuk customer yang sudah pre-booking,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Veloz Hybrid menjadi tonggak baru Toyota dalam memasyarakatkan kendaraan elektrifikasi di segmen LMPV yang merupakan pasar otomotif terbesar di Indonesia. Dengan teknologi HEV, mobil ini menjanjikan konsumsi bahan bakar yang jauh lebih irit dibanding versi bensin konvensional.
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang Januari-Desember 2025, mobil hybrid terkirim sebanyak 65.943 unit. Angkanya naik dibanding tahun sebelumnya yang menyentuh 59.903 unit. Kontribusi mobil hybrid pada 2025 itu menyumbang sekitar 8,21 persen dari total penjualan mobil nasional.
Toyota menjual model mobil hybrid paling banyak dengan penjualan tembus 30.110 unit. Lalu Suzuki menjual empat model laku 23.206 unit, dan Honda menutup posisi tiga besar, torehannya 6.934 unit.
Bila dirinci per modelnya, posisi lima besar mobil hybrid terlaris sudah dirakit secara lokal. Pemimpin penjualan mobil hybrid di Indonesia adalah Toyota Innova Zenix. MPV ini terdistribusi sebanyak 23.934 unit.
Angka ini membuktikan bahwa masyarakat di daerah mulai mempercayai reliabilitas mesin hybrid Toyota yang tidak bergantung pada infrastruktur pengisian daya (charging station), menjadikannya solusi paling praktis untuk perjalanan jarak jauh di berbagai pelosok Indonesia.
