Meski sudah mau memasuki bulan kedua, namun insentif otomotif 2026 masih terkesan gelap. Hingga sekarang, keputusan finalnya belum diumumkan pemerintah. Bagaimana tanggapan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)?
Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto mengatakan, pihaknya belum mendengar apapun soal nasib insentif otomotif tahun ini. Itulah mengapa, pihaknya memilih pasrah dan tak mau terlalu berharap ke stimulus tersebut.
“Belum dengar apa-apa (soal kelanjutan insentif). Tidak tahu-tahu saya, pokoknya kami jalan, jangan ngarepin ini itu,” ujar Jongkie saat dikonfirmasi di Jakarta, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (27/1).
Meski demikian, Jongkie menilai pemerintah sebenarnya tak mau penjualan otomotif surut. Sebab, sektor tersebut dianggap punya kontribusi terhadap penerimaan negara.
“Kami selalu bilang, pemerintah pasti memikirkan. Siapa yang mau penjualan otomotif turun? Pemerintah juga tidak mau, pemerintah perlu duit. Kan saya bilang, dari harga mobil itu 40 persen masuk ke kantong pemerintah,” ungkapnya.
Menurut Jongkie keputusan terkait pemberian insentif tidak bisa dilihat hanya dari kepentingan industri otomotif semata. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai sektor dan kondisi ekonomi secara menyeluruh.
“Tapi memang, banyak aspek yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Kami ini (industri otomotif) sepotong doang. Jadi pemerintah yang lebih tahu, kami pasrahkan. Sementara kami jalan saja dulu,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pihaknya sudah mengajukan usulan insentif dan stimulus untuk sektor otomotif kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Dia mengklaim, insentif untuk sektor otomotif merupakan salah satu upaya pemerintah dalam melindungi nasib tenaga kerja di Indonesia.
“Kami sudah kirim dan tentu seperti yang selalu kami sampaikan bahwa program yang kami usulkan atas nama perlindungan tenaga kerja, dan juga kekuatan atau penguatan manufaktur bidang otomotif yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi kepada perekonomian,” kata Agus.
