Penjualan kendaraan energi baru BYD mencapai 4.602.436 (4,6 juta) unit secara global selama 2025. Angka itu tumbuh 7,7 persen dibanding tahun lalu, tetapi jadi laju pertumbuhan paling lemah yang dicapai BYD selama lima tahun terakhir. Ada apa dengan BYD?
Dikutip dari Bloomberg, AFP, dan Strait Times, angka pertumbuhan tahunan 7,7% merupakan yang paling rendah bagi BYD sejak tahun 2020. Meskipun pertumbuhan total penjualan melambat, segmen mobil listrik murni BYD justru tumbuh sangat kuat.Penjualan kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV) BYD mencapai 2.256.714 unit, melonjak 27,9% dibandingkan tahun sebelumnya.
BYD awalnya mematok target ambisius 5,5 juta unit, tapi dipangkas habis-habisan hingga ke angka 4,6 juta unit. BYD memangkas target penjualan 2025 jadi 16% karena penjualan di pasar domestik China melemah sejak Juli, akibat tekanan persaingan yang semakin ketat, terutama dari rival lokal seperti Geely dan Leapmotor.
Bulan Desember 2025 menjadi puncak masa sulit bagi BYD. Penjualan total mereka anjlok hingga 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dicuplik dari Carnewschina, BYD menjual 414.784 kendaraan penumpang secara global pada Desember, turun 18,6% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Bahkan anjlok 12,7% dibandingkan November. Penurunan ini terjadi selama empat bulan berturut-turut.
Di sisi lain, penjualan luar negeri (ekspor) BYD justru mencapai rekor 133.172 unit pada Desember, melonjak 133% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penjualan domestik BYD turun pada tahun 2025 disebabkan oleh melemahnya kepemimpinan teknologi BYD, sebagaimana dilaporkan oleh media Tiongkok, Southern Metropolis Daily, mengutip pernyataan Chairman BYD Wang Chuanfu dalam konferensi investor di bulan Desember. Wang menambahkan bahwa perusahaan akan merilis berbagai inovasi besar pada tahun 2026, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Raksasa otomotif asal China ini nampaknya harus menerima kenyataan masa “bulan madu” BYD dengan pertumbuhan eksponensial sudah berakhir.
Berdasarkan data terbaru, BYD berhasil melepas 4,6 unit mobil sepanjang tahun 2025. Jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2024 yang sebanyak 4.250.370 unit, artinya penjualan BYD hanya tumbuh tipis di angka 7,1 persen. Kenaikan tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan dua digit bahkan tiga digit persen yang pernah dicapai BYD sejak 2021.
