Sopir BYD Atto 1 melakukan aksi pemukulan di jalan tol. Ia disebut tak terima diklakson panjang usai memotong lajur. Ini pelajaran dari insiden tersebut.
Lagi-lagi aksi arogan dilakukan pengendara di jalan. Kali ini aksi arogan itu dilakukan oleh sopir BYD Atto 1 saat tengah melintas di Tol Kebon Jeruk menuju Gading Serpong. Terlihat dalam video yang diunggah akun dashcam_owners_indonesia, dituliskan bahwa pengemudi BYD Atto 1 itu hendak berpindah lajur ke kanan namun telat menyalakan sein. Pengemudi di belakangnya kemudian membunyikan klakson panjang untuk memberi peringatan.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Kemudian BYD Atto 1 itu sudah berpindah ke lajur kanan. Namun tiba-tiba BYD Atto 1 dengan pelat B 1933 UDV itu berhenti dan sopirnya keluar. Tak lama, pria berbaju putih sopir Atto 1 melakukan pemukulan ke pengemudi di belakangnya. Dinarasikan aksi pemukulan itu dilakukan setelah sopir Atto 1 diberi tahu tindakan memotong lajur itu salah. Akibat pemukulan pengemudi mengalami luka sobek di bibir dan membuat laporan ke pihak kepolisian.
Dari kejadian itu, ada banyak hal yang bisa dipelajari agar tak terulang di kemudian hari. Pertama soal etika dalam berkendara khususnya saat hendak memotong lajur orang lain. Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menjelaskan sebelum memotong lajur orang lain, pastikan ada ruang yang cukup. Jangan lupa juga untuk menyalakan lampu sein untuk memberi tanda kepada pengendara di belakangnya.
“Harusnya saat kita motong jalan atau pindah lajur itu kita harus mepet ke kendaraan atau jaga jarak dengan kendaraannya sehingga tidak mengganggu arus lajur di kendaraan tersebut,” kata Sony saat dihubungi detikOto, Kamis (22/1/2026).
Kedua, soal etika membunyikan klakson. Seringkali bunyi klakson bikin salah paham. Terlebih kalau klakson dibunyikan panjang. Meski niatnya hanya mengingatkan, namun tak jarang pengemudi yang tersulut emosi dengan bunyi klakson panjang. Kalaupun ingin mengingatkan, Sony bilang sebaiknya bunyikan klakson pendek-pendek saja sudah cukup.
“Kalaupun kita kaget jangan terlalu berlebihan dengan klakson panjang, otomatis itu sama aja mencari musuh ya, orang pasti akan marah diklakson panjang. Sebaiknya kalau kita kaget ada sesuatu atau nggak fokus berkendara atau memang orang lain melakukan kesalahan ya udah lah ngalah aja ngapain juga bunyikan klakson panjang, klakson aja hanya sekadar memperingati,” terang Sony lagi.
Ketika tersulut emosi, tak dibenarkan juga melakukan aksi kekerasan ke pengendara lain seperti sopir BYD Atto 1. Pastikan sebelum berkendara bukan hanya kondisi fisik yang prima melainkan juga kondisi mental.
“Di dalam klasifikasi driving itu ada kelas namanya agresif driver. Nah agresif driver ini pengemudi yang ugal-ugalan di jalan yang tidak bisa mengontrol emosinya dia yang selalu nyari musuh di jalanan,” tutur Sony.
