Nissan Motor India bersiap membuka tahun 2026 dengan meluncurkan MPV kompak terbarunya bernama Gravite. Mobil tujuh penumpang tersebut dijadwalkan meluncur 21 Januari dan akan menjadi tonggak penting strategi baru Nissan di pasar India.
Langkah ini diambil setelah Nissan mencatatkan performa ekspor yang solid sepanjang Desember 2025. Nissan India mengirimkan 13.470 unit mobil ke luar negeri, menjadi volume ekspor bulanan tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Sementara itu, penjualan grosir domestik tercatat 1.902 unit, sehingga total penjualan mencapai 15.372 unit.
Gravite akan menjadi model pertama dari tiga produk baru Nissan untuk India dalam dua tahun ke depan. Setelah MPV ini, Nissan telah menyiapkan peluncuran Tekton, SUV segmen C lima penumpang, pada 4 Februari 2026. Selanjutnya, sebuah SUV segmen C tujuh penumpang yang lebih besar juga tengah disiapkan untuk tahun 2027. Seluruh model tersebut akan diproduksi di India dan diekspor secara selektif ke berbagai negara.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Secara posisi pasar, Nissan Gravite diproyeksikan menjadi penantang serius MPV populer seperti Toyota Avanza. Mobil ini dibangun di atas platform CMF-A, yang juga dipakai oleh Renault Triber. Meski satu basis, desain Gravite disebut akan tampil berbeda. Dari teaser, bagian depan menampilkan fasia hitam lebar dengan strip LED ramping yang memanjang, dipadukan lampu utama terintegrasi dan kontur kap mesin yang kekar. Nama Gravite terlihat mencolok di ujung kap mesin.
Bagian belakangnya mengusung lampu LED yang saling terhubung, spoiler atap terintegrasi, serta detail bumper dengan under guard. Interiornya mengandalkan konfigurasi tiga baris dengan tata letak modular. Soal dapur pacu, Gravite akan dibekali mesin bensin 1.0 liter, tersedia dalam opsi naturally aspirated dan turbo, dengan pilihan transmisi manual maupun otomatis.
Harga kompetitif diyakini menjadi senjata utama Nissan. Buat mendukung ambisi tersebut, Nissan juga memperluas jaringan dealer dan layanan purnajual hingga sekitar 250 gerai di India pada tahun fiskal 2027.
