Yamaha resmi meluncurkan YZR-M1 terbaru untuk mengarungi musim 2026. Motor tunggangan Fabio Quartararo dan Alex Rins tersebut sudah beralih dari mesin inline-4 ke mesin V4. Perubahan mesin juga diikuti dengan perubahan desain bodi motor. Kini tampilan Yamaha M1 makin mirip dengan Ducati Desmosedici.
Ubahan paling jelas terlihat ada di bagian winglet depan. Yamaha M1 terbaru kini menggunakan desain winglet yang lebih tegas mirip winglet Ducati Desmosedici. Tak hanya itu, desain windshield-nya pun kini direvisi menjadi lebih pipih.
Geser ke bagian fairing, dengan arsitektur mesin yang lebih kompak, fairing Yamaha M1 pun kini terlihat lebih ramping. Desain fairing-nya kurang lebih sama seperti di model sebelumnya. Detail yang berubah adalah knalpot, di mana pada M1 versi mesin V4 ini dua knalpotnya lebih terekspos, sehingga motor tampak lebih berotot.
Bagian Yamaha M1 lain yang mirip dengan Ducati Desmosedici adalah desain stegosaurus atau aerodinamika di bagian buntut. M1 terbaru menggunakan buntut stegosaurus dengan empat sirip, sama seperti yang ada di Ducati Desmosedici.
Wajar jika motor MotoGP Yamaha M1 saat ini banyak miripnya dengan motor MotoGP racikan pabrikan Italia. Sebab dalam beberapa tahun belakangan ini, Yamaha membajak para insinyur Ducati. Dua sosok penting Ducati yang berhasil direkrut Yamaha adalah Marco Nicotra (insinyur aerodinamika) dan Massimo Bartolini (direktur teknik).
Yamaha sendiri memang harus beradaptasi untuk mengejar ketertinggalan dari pabrikan-pabrikan Eropa. Maka itu pabrikan Iwata ini gencar merekrut talenta-talenta terbaik dari Eropa untuk meracik M1 terbaru agar bisa bersaing dengan Ducati, Aprilia, dan KTM.
“Tahun 2026 menandai dimulainya era V4 Yamaha, dan ini merupakan babak menarik – tetapi membutuhkan disiplin, data, dan dedikasi dari semua pihak yang terlibat, yakni Pabrik kami di Jepang, Yamaha Motor Racing di Italia, Tim Pabrikan, dan Tim Tes kami. Pengembangan paralel tiga platform tahun lalu memberi kami fondasi untuk tahun ini, sehingga kami sekarang dapat fokus pada pengembangan M1 2026 yang ditenagai mesin V4 baru sambil terus mengerjakan prototipe 2027,” ungkap Takahiro Sumi, General Manager, Motor Sports Development Division, Yamaha Motor Co., Ltd. & Presiden Yamaha Motor Racing.
“Kami telah melihat tanda-tanda yang menggembirakan, yakni peningkatan stabilitas pengereman, potensi akselerasi yang lebih baik, dan rasa yang lebih konsisten dalam lap panjang. Keberhasilan di awal musim tak hanya akan diukur berdasarkan hasil. Setiap lap menambah pengetahuan yang akan mendorong kami maju. Fokus kami untuk 2026 berpusat pada percepatan kecepatan pengembangan dan memastikan integrasi yang mulus antara desain, pengujian, dan balap. Kami berupaya untuk terus mendapatkan momentum – hasilnya akan mengikuti,” tegasnya.
