Kebiasaan melawan arah belakangan makin menjadi-jadi di Indonesia. Bahkan, bukan hanya pemotor, kini pemobil ikut-ikutan melakukan pelanggaran yang sama. Lantas, jika berpapasan dengan pengendara lawan arah, apa yang sebaiknya dilakukan?
Erreza Hardian selaku pakar keselamatan berkendara dan asesor LSP EMI mengingatkan, kita sebagai masyarakat umum sebaiknya tak memancing konflik pengendara yang melawan arah di jalan raya. Itulah mengapa, kita tak perlu repot-repot menegurnya.
“Penting untuk kita yang baik-baik saja tidak melakukan kewenangan apapun bahkan berkonflik dengan mereka di jalan, kasta tertinggi di jalan bukan mempunyai kewenangan tapi justru menjaga mereka yang melakukan kesalahan dan itu hal baik yang sangat luar biasa,” ujar Erreza kepada detikOto, dikutip Rabu (7/1).
Meski demikian, saat bertemu pengendara yang melawan arah atau melakukan pelanggaran lain, kita harus menyediakan ruang untuk antisipasi. Sebab, hanya dengan demikian, kita bisa terhindar dari kemungkinan celaka di jalan raya.
“Satu lagi, berikan ‘ruang’ dan jarak buat mereka melakukan kesalahannya, mereka itu hazard (berbahaya) jadi jangan didiamkan saja, tapi antisipasi pergerakan mereka, itu baru namanya pengguna jalan antisipatif,” tuturnya.
“Jaga mereka dengan memberikan ruang dan waktu, karena itu tadi kasta tertinggi pengguna jalan adalah ketika bisa berpikir, bersikap dan melakukan ini,” tambahnya.
Kenapa Orang Lawan Arah?
Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan, perilaku melawan arah makin sering terlihat di jalan raya Indonesia. Menurutnya, pelanggaran itu tumbuh karena lemahnya penegakkan hukum.
“Benar, banyak kendaraan lawan arah dan sekarang mulai masif atau berjamaah karena rendahnya penegakkan hukum,” ujar Sony Susmana kepada detikOto.
Selain lemahnya penegakkan hukum, kata Sony, pengendara di Indonesia juga punya karakter nekat dan tak sabaran. Mereka, kerap mencari cara untuk memangkas waktu di jalan raya. Salah satunya, tentu saja, dengan melawan arah.
“Nggak bisa dipungkiri, banyak juga yang pengemudi yang berfikir simpel atau pendek, sekalipun harus melawan arah, bahkan imbauan atau teguran polisi dianggap angin lalu. Menurut saya, ini salah satu yang membuat hilangnya wibawa petugas,” tuturnya.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
“Bayangkan, bagaimana kondisi lalu lintas di Indonesia lima tahun lagi? Jadi, lima tahun lagi itu implementasi hukumnya harus tegas yang diterapkan oleh kepolisian,” kata Sony menambahkan.
