Beda Jalan Tol Pakai Material Aspal dan Beton

Posted on

Permukaan jalan tol menggunakan material berbeda. Ada yang menggunakan aspal, ada juga yang menggunakan beton. Memang apa bedanya?

Pernahkah kamu memperhatikan beda warna pada permukaan jalan tol di Indonesia? Perbedaan warna itu bukan tanpa alasan, lantaran penggunaan material yang berbeda. Beberapa jalan tol ada yang menggunakan aspal. Namun di beberapa ruas jalan tol ada juga yang menggunakan bahan beton.

Mengutip laman Instagram Jasa Marga, permukaan tol dengan menggunakan aspal disebut juga perkerasan fleksibel. Ini dapat dikenali dengan warna permukaan jalan yang lebih gelap. Selanjutnya permukaan tol dengan beton disebutnya perkerasan kaku dengan warna putih atau abu-abu.

Berdasarkan Manual Desain Perkerasan Jalan no.03/M/BM/2024 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga, pada bagian 3 diterangkan, pemilihan jenis perkerasan akan bervariasi berdasarkan volume lalu lintas, umur rencana, dan kondisi fondasi jalan.

Pemakaian material beton biasanya ada di gerbang tol dan di entrance atau exit tol. Fungsinya untuk menopang beban kendaraan yang tinggi akibat antrean di atasnya. Kemudian pada jalan jembatan, umumnya digunakan perkerasan aspal karena materialnya lebih ringan untuk meminimalisir beban.

Transisi permukaan jalan dari beton ke aspal atau sebaliknya, sering ditemukan pada ruas jalan tol luar kota karena ruasnya yang panjang dan memiliki kondisi yang beragam. Dengan demikian dibutuhkan penyesuaian perkerasan jalan. Contohnya bisa dilihat pada jalan tol Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Semarang-Solo, dan Jalan Tol Padalarang-Cileunyi.

Adapun masing-masing material memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini kekurangan dan kelebihan penggunaan material aspal serta beton.

Material Aspal

Kelebihan Material Aspal

Kekurangan Material Aspal

Material Beton

Kelebihan Material Beton

Kekurangan Material Beton