Baru-baru ini, sopir JakLingko di Jakarta Timur (Jaktim) dipecat setelah menghina penumpang dengan sebutan ‘monyet’. Dia diberhentikan TransJakarta sebagai induk perusahaan.
Namun, jauh sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung sempat memberikan peringatan keras ke sopir-sopir JakLingko yang tak tertib aturan. Ketika itu, atau hampir dua bulan lalu, dia mengancam akan mencopot pengemudi yang masih sembrono usai mendapat pelatihan.
“Untuk sopir JakLingko yang ugal-ugalan, saya sudah minta kepada kepala dinas perhubungan untuk menertibkan dan melakukan pelatihan. Kalau mereka tetap melakukan hal yang sama, sudah diganti saja,” kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Utara, November lalu.
Menurut dia, masih banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dan ingin bekerja di posisi tersebut. Itulah mengapa, dia tak ingin pengemudi JakLingko berlaku semaunya saat bertugas di jalan raya.
“Yang cari kerja di Jakarta juga banyak. Jangan sampai JakLingko yang kemudian tarifnya gratis ini seakan-akan menjadi milik pribadi, kerja suka-suka, asal-asalan,” tuturnya.
Selain sopir ugal-ugalan, Promono juga meminta sopir yang membawa keluarga saat bertugas segera ditertibkan.
Diberitakan sebelumnya, sopir JakLingko di Jaktim harus kehilangan pekerjaan setelah mengancam dan menghina penumpang dengan panggilan ‘monyet’. Kepastian tersebut disampaikan langsung Ayu Wardhani selaku Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta.
“Kemarin sudah dilakukan penindakan tegas berupa pemecatan,” ujar Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta Ayu Wardhani saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (1/1).
Ayu juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukan oknum sopir JakLingko tersebut. Dia memastikan TransJakarta akan mengusut secara serius segala bentuk tindakan yang merugikan penumpang.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. TransJakarta merespons serius kejadian ini,” kata dia. ancaman
