Viral di media sosial mobil Lexus berpelat RI 25 menyerobot antrean di gardu tol. Polisi masih menunggu konfirmasi dari instansi terkait Lexus RI 25 tersebut.
Di media sosial viral video yang dinarasikan mobil Menteri Kebudayaan ogah antre. Dalam unggahan video berdurasi singkat itu, terlihat Lexus RI 25 dengan angka 10 berkelir putih tengah memotong antrean di gerbang tol Cilandak. Posisi Lexus RI 25 itu menghalangi mobil di belakangnya. Hampir seluruh bagian mobil sudah masuk antrean tersebut. Diduga mobil itu digunakan Menteri Kebudayaan.
“Macet pak, iya, iya, iya, RI 25 tuh apa sih?” begitu narasi yang terdengar dalam video.
“Lokasi gerbang tol Cilandak. Diduga mobil milik menteri kebudayaan main potong pemobil lain,” demikian keterangan yang tertulis untuk video tersebut.
Belum diketahui pengguna Lexus RI 25 tersebut. Pihak kepolisian diketahui masih menunggu konfirmasi dari instansi soal Lexus RI 25 itu.
“Untuk peristiwa tersebut kita masih menunggu konfirmasi dari instansi terkait benar tidaknya kendaraan tersebut itu milik atau dikuasai instansi tersebut,” kata Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dono Vernandie dilansir Antara.
Lebih lanjut Dhanar menegaskan bahwa gardu tol Cilandak Utama 2 tidak terdapat transaksi pembayaran tol meski gerbangnya masih ada. Pihaknya juga tengah memastikan soal penggunakan pelat RI 25 pada Lexus LM5000h itu. Tapi Dhanar menegaskan, aksi tersebut tidak sepatutnya ditiru. Pengemudi sudah seharusnya mengantre di jalur yang sudah ada tak perlu memotong antrean. Terlebih di gerbang tol biasanya jalannya menyempit.
“Dengan demikian melihat situasi yang sekarang, maka kendaraan yang keluar dari Tol Depok-Antasari sudah ada lajur ketika melintas gardu tol tersebut, dengan demikian perilaku pengemudi adalah tidak tertib,” kata Dhanar.
Sejatinya tak ada aturan tertulis secara spesifik soal etika antre di gerbang tol. Dalam buku petunjuk tata cara berlalu lintas (Highway Code) yang dirilis Dinas Perhubungan, hanya dijelaskan saat masuk jalan tol, pengemudi harus memberikan jalan pada lalu lintas yang sedang berjalan di tol. Saat masuk jalan tol tanpa gerbang, pengemudi diminta sampai ada kesempatan masuk jangan sampai menerobos jalan yang lalu lintasnya tengah padat.
“Tunggu kesempatan masuk, kemudian naikkan kecepatan Anda sepanjang jalan penggabung, sehingga Anda bergabung dengan lalu lintas yang ada sesuai dengan kecepatan mereka. Jika tidak ada kesempatan muncul, Anda harus menunggu di jalan penggabung sampai ada kesempatan,” begitu penjelasannya.
