Viral di media sosial sebuah mobil Avanza melaju melawan arah di Tol Bandara Soekarno-Hatta. Kendaraan itu terlihat menyusuri bahu jalan sambil melawan arah. Bahkan sempat mengambil lajur satu untuk melewati mobil yang sedang berhenti di bahu jalan.
Disitat dari akun Instagram @dashcam_owners_Indonesia, Avanza tersebut tak melaju pelan, tapi cukup kencang dan membahayakan pengguna jalan lain. Bahkan, kendaraan itu hampir menghantam kendaraan lain yang sedang berhenti di bahu jalan.
Dikutip detikNews, Kasat Lantas Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Sularno mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (3/1) pagi. Mobil itu awalnya melaju dari Tol Sedyatmo menuju Gerbang Tol Benda Utama di Km 3. Namun, mobil Avanza itu berhenti, putar balik dan melawan arah.
“Tiba-tiba sebelum masuk ke area transaksi gardu 7 entrance Benda, kendaraan berhenti lalu memutar balik dan melaju melawan arah ke arah Soetta,” kata Sularno dalam keterangannya.
Sularno menyebut petugas gerbang tol sempat berlari mengejar dan mencegah mobil itu melawan arah lantaran membahayakan. Namun, Avanza itu tetap melaju.
“Melihat kejadian tersebut satpam gerbang (Pak Hidayatulloh) berlari dan teriak untuk mencegah agar kendaraan tersebut tidak putar arah tapi kendaraan tetap melaju dan tidak teridentifikasi,” tuturnya.
Avanza yang melawan arah di Tol Bandara Soetta itu masih dicari pihak kepolisian. Polisi sudah menyisir rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelat nomor kendaraan.
“Mengecek CCTV Tol melihat kejadian ke CSS gerbang tol Benda utama. Patroli 211A mengarah dari KM 05+600B ke TKP, dan sudah di telusuri patroli 211A, untuk kendaraan Toyota Avanza silver tidak terlacak dan tidak teridentifikasi,” jelasnya.
Aksi pengendara mobil yang melawan arah ini ternyata sudah sering kali terjadi. Sebelumnya, viral juga mobil listrik Wuling Air ev melaju dari arah berlawanan. Kendaraan tersebut melintas di bahu jalan sambil menyalakan lampu peringatan. Media sosial juga dihebohkan Toyota Fortuner yang melawan arah di area Pluit, Jakarta Utara. Bahkan, pengemudinya sampai adu mulut dengan pemotor yang melaju dari arah sebenarnya.
Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI), Sony Susmana mengatakan, kebiasaan melawan arah merupakan ‘penyakit’ para pengguna jalan raya di Indonesia. Menurutnya, kebiasaan itu sering dilakukan orang yang maunya buru-buru tanpa memikirkan keselamatan.
“(Mereka mikir) mumpung sepi, cuma dekat kok, dan lain-lain membuat semua jalan disamaratakan. Bahkan aturan lalin diabaikan meski membahayakan,” ujar Sony kepada detikOto, belum lama ini.
Lebih jauh, Sony mengingatkan, lebih baik tertib tapi selamat, ketimbang buru-buru dan melawan arah tapi berakhir celaka.
“Tertib lalu lintas dan menjaga kebugaran menjadi salah satu kunci dalam menjaga keselamatan,” kata Sony.






