Banyak pemilik kendaraan yang melewati jalanan banjir kehilangan pelat nomornya. Pelat nomor yang terseret banjir itu diambil oleh pengepul. Saat pemilik mobil meminta pelat nomornya kembali, pengepul itu meminta uang Rp 50 ribu.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengamankan 50 buah pelat nomor kendaraan dari seorang tukang tambal ban. Tukang tambal ban yang membuka lapak di belakang Lotte Mart, Kelapa Gading, Jakarta Utara, itu mengumpulkan pelat nomor mobil yang terseret banjir.
“Akibat banjir, banyak kendaraan yang pelat nomornya jatuh dan diambil pengepul, dan saat pengambilan, diminta biaya,” kata Kepala Satpol PP Kecamatan Kelapa Gading Budi Salamun dikutip Antara.
Kisah itu viral di media sosial. Dalam narasi yang beredar di media sosial, pemilik mobil banyak yang kehilangan pelat nomor saat banjir di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Saat meminta pelat nomor itu kepada tukang tambal ban yang menemukannya, tukang tambal ban tersebut meminta biaya.
Budi mengaku tidak memahami cara tukang tambal tersebut mendapatkan banyak pelat nomor kendaraan. Namun, saat ini, sebanyak kurang lebih 50 pelat nomor telah diamankan, dan tukang tambal ban itu diberi teguran serta peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya.
“Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan bisa mengambilnya di Kantor Kecamatan Kelapa Gading tanpa dipungut biaya alias gratis,” ujar Budi.
Seorang pengendara mobil berinisial BS melaporkan tukang tambal ban ke kepolisian karena dimintai uang dan merasa diperas. Menurut Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra, pihaknya menerima laporan mengenai oknum yang meminta sejumlah uang sebagai imbalan untuk menebus pelat nomor.
“Kami telah lakukan mediasi antara kedua belah pihak, dan sepakat orang tersebut tidak meminta uang sebagai imbalan untuk menebus pelat nomor mobil yang copot,” ungkap Seto.
Saat terjadi banjir besar di Kelapa Gading, korban menyadari pelat mobilnya copot setelah mengantar pasangannya bekerja. Korban kemudian mencarinya di lokasi banjir, dan ternyata pelat mobilnya diketahui sudah ditemukan oleh tukang tambal ban tersebut.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Ketika pelapor datangi, tukang tambal tersebut meminta tebusan Rp 50 ribu untuk pelat mobilnya yang hilang,” jelas Seto.
