Sebanyak 169 unit mobil listrik Mercedes-Benz EQB di-recall di Amerika Serikat. Mercedes-Benz Amerika Serikat pun mengimbau kepada para pemilik unit terdampak, agar tidak mengisi daya baterai mobil mereka hingga penuh. Pabrikan menginstruksikan pembatasan pengisian daya hingga 80%. Jika melebihi itu, mobil bisa mengalami yang disebut oleh para insinyur sebagai ‘peristiwa termal’.
Mengutip Carscoops, recall atau kampanye penarikan unit tersebut dilakukan sebab potensi korsleting pada model EQB tertentu. Sebagaimana diketahui, baterai kendaraan listrik bisa memicu kebakaran besar jika mengalami kerusakan. Kasus ini kerap terjadi di berbagai belahan dunia.
Untungnya bagi Mercedes dan para pemiliknya, masalah ini hanya memengaruhi sejumlah kecil mobil. Tepatnya hanya 169 unit, termasuk 100 unit EQB 300 4Matic juga 48 unit EQB 350 4Matic, juga 21 unit EQB 250 bermotor tunggal.
Meskipun cakupan kampanye keselamatan ini kecil hanya di lingkup AS, merek asal Jerman tersebut sebelumnya menarik kembali lebih dari 7.000 unit SUV di AS pada awal 2025 karena risiko kebakaran. Dalam kasus tersebut, Mercedes mengeluarkan panduan yang sama, tentang tidak mengisi daya melebihi 80% hingga perbaikan pembaruan perangkat lunak dilakukan.
Semua EQB yang kena recall merupakan unit tahap awal rakitan tahun 2022-2023. Untuk menjamin kepercayaan konsumen, Mercedes-Benz mengklaim bahwa baterai yang dipasang pada EQB versi selanjutnya lebih kuat, dan tidak termasuk dalam unit yang di-recall.
Disebutkan juga bahwa meskipun pemilik dari 169 EV yang terdampak kemungkinan akan menerima peringatan pada panel instrumen jika terjadi peningkatan suhu di bawah lantai mobil selama berkendara, EQB yang sedang parkir juga dapat menyala tanpa peringatan.
Seharusnya jika masalahnya ada di baterai, yang diganti adalah komponen baterainya kan? Tapi ternyata tidak. Mercedes-Benz hanya melakukan pembaruan perangkat lunak sederhana, yang harus dilakukan di pusat layanan purnajual Mercedes-Benz pada awal tahun 2026.






