BYD kerap dilabeli sebagai produsen ‘kemarin sore’ di Indonesia. Padahal, sebelum masuk ke Tanah Air, mereka punya sejarah panjang yang tercatat rapi di museum Di-Space, Zhengzhou, China.
Pekan lalu, redaksi detikOto melakukan ‘ziarah otomotif’ ke museum raksasa tersebut. Kami datang ke sana atas undangan resmi BYD Indonesia.
Eagle Zhao selaku Presiden Direktur BYD Indonesia mengatakan, Di-Space bukan hanya sekadar museum, melainkan juga komitmen pabrikan untuk menempatkan sejarah, sains, teknologi, dan inovasi NEV dalam ruang publik. Mereka ingin mencatat dengan baik pertumbuhan perusahaan di industri terkait.
“Kami ingin masyarakat melihat masa depan mobilitas sebagai sesuatu yang dekat dan relevan, bukan sesuatu yang jauh dan eksklusif, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Eagle Zhao di Zhengzhou, China.
“Di-Space kami rancang sebagai jembatan edukasi yang memperkenalkan gagasan tersebut secara terbuka dan mudah dipahami. Kami percaya, edukasi publik dan transparansi teknologi merupakan fondasi penting dalam mempercepat transisi energi dan membangun budaya mobilitas yang berkelanjutan,” tambahnya.
BYD Di-Space diresmikan hampir dua tahun lalu dengan total area pameran seluas 15 ribu meter persegi dan area luar 8.500 meter persegi. Sementara investasi yang digelontorkan mencapai 200 juta yuan atau sekira Rp 480 miliar!
Selayaknya museum, BYD Di-Space sangat bernuansa edukatif dan interaktif. Kami dikasih paham perjalanan panjang BYD sejak pertama berdiri di tahun 1994 hingga sebesar sekarang.
BYD Di-Space menghadirkan empat lantai pameran yang dikurasi sebagai sebuah perjalanan menyeluruh untuk memahami evolusi teknologi, desain, dan inovasi New Energy Vehicle (NEV).
Pada lantai pertama, kami diajak menyaksikan evolusi kendaraan yang dikembangkan BYD, mulai dari peluncuran mobil konsep ET sebagai tonggak awal, hingga berbagai inovasi kendaraan listrik mutakhir di era modern. Sayangnya, di ruang tersebut, unitnya tak dipajang.
Mereka hanya menaruh mobil replika berukuran mungil dengan foto dan penjelasan lengkap terkait produk. Padahal, jika ada unitnya, kita bisa lebih bernostalgia.
Naik ke lantai dua dan tiga, BYD menghadirkan pengalaman yang lebih imersif melalui simulasi proses manufaktur serta pameran teknologi inti BYD saat ini, termasuk Blade Battery, e⁴ Platform, sistem suspensi cerdas Yun Nian, dan teknologi Dual Mode (DM) generasi kelima.
Menariknya, di lantai tersebut, BYD juga memajang 10 ribu sertifikat paten yang menunjukkan RnD mereka telah matang dan terus bertumbuh hingga sekarang. Fakta tersebut makin membuktikan, pabrikan Shenzen itu bukan pemain baru di industri kendaraan roda empat.
Di lantai keempat, Di-Space berfungsi sebagai ruang penemuan sains yang mendukung kegiatan edukatif lintas generasi. Area kelas multifungsi dan ruang bebas yang dapat dikurasi dirancang untuk berbagai program publik, mulai dari edukasi pelajar hingga diskusi komunitas.
Melengkapi fungsi edukasinya, Di-Space juga dilengkapi dengan area plaza dan aula multifungsi yang menyelenggarakan pameran seni, kompetisi teknologi, dan kegiatan komunitas, serta ruang Naked-Eye 3D folding corner seluas 260 m² yang menawarkan visualisasi imersif evolusi NEV BYD.






