Penjualan Mobil Turun, Segini Angka Paling Buruk yang Tercapai sampai Akhir Tahun

Posted on

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia masih optimistis terhadap penjualan mobil di Indonesia. Semangat ini datang usai melihat capaian pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di BSD City, Tangerang.

Momentum positif ini, disebut-sebut bisa menjadi dorongan untuk mencapai target penjualan tahun ini. Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mengungkapkan bahwa ada indikasi kuat kenaikan penjualan setelah GIIAS 2025.

“Indikasi setelah GIIAS, beberapa penjualan naik,” ujar Kukuh.

Ia juga optimistis bahwa penjualan mobil akan membaik, terutama setelah melihat jumlah transaksi yang terjadi selama pameran.

“Belum (revisi), mudah-mudahan ini membaik. Kalau dilihat dari jumlahnya transaksinya juga oke,” tambahnya.

GIIAS 2025 di Tangerang berhasil catatkan transaksi total lebih dari 38 ribu unit kendaraan, lampaui hasil tahun lalu sebesar 12%.

Hingga pertengahan tahun ini, penjualan mobil di Indonesia sudah mencapai 430 ribu unit. Dengan adanya GIIAS dan momentum positif lainnya, Gaikindo memproyeksikan penjualan tahunan paling buruk itu menyentuh angka 860 ribu unit bahkan lebih.

“Sekarang kita 430 ribu unit. Ini separuh tahun, ya. Kalau worst case, volume tetap sama, masih 860 ribu. Kalau lihat GIIAS harusnya optimis, tinggal beberapa akhir lagi Agustus, harusnya datanya masuk,” papar Kukuh.

Lebih lanjut, Gaikindo juga menaruh harapan besar pada pameran GIIAS The Series di kota lain, salah satunya GIIAS Surabaya yang akan digelar dalam waktu dekat. Kukuh berharap GIIAS Surabaya juga bisa menjadi “lumbung” atau sumber utama penjualan kendaraan bermotor di kawasan Jawa Timur.

“Minggu ini GIIAS Surabaya, harapannya Surabaya juga lumbung untuk penjualan kendaraan bermotor,” tutup Kukuh.