Kementerian Perindustrian meyakini penjualan mobil Indonesia sepanjang 2025 tidak tembus 800 ribu unit. Apa sebabnya?
“Kalau kita melihat pada data penjualan sampai dengan November tahun 2025, memang sumber data menunjukkan kurang lebih 710.000-an unit yang terjual. Jadi kalau kita melihat pola penjualan setiap bulan, nah ini dari 710.000 ada proses penjualan,” kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, atau akrab disapa Tata dalam konferensi pers akhir Tahun 2025, Rabu (31/12/2025) dikutip dari CNBC Indonesia.
Data penjualan retail sales (dealer ke konsumen) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka tertinggi itu terjadi pada November dengan capaian 79.310 unit, kemudian Maret dengan angka 76.582 unit, dan disusul Februari dengan capaian 69.872 unit. Selebihnya tidak bisa tembus di angka 65 ribu unit.
Saat ini total retail sales sudah laku 739.977 unit, minus 8,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kemenperin melihat penjualan bulan Desember juga tidak bisa menutup angka 800 ribu unit.
“Kalau untuk mencapai angka 800.000 sepertinya akan sulit untuk dicapai. Jadi estimasi kami, ini estimasi ya, proyeksinya kurang lebih sekitar 750.000-an unit,” ujar Tata.
Di sisi lain, Gaikindo meyakini kalau penjualan mobil di Indonesia bisa mencapai 780 ribu unit.
“Internal Gaikindo itu baru memproyeksikan bahwa penjualan di tahun 2025 itu sekitar 780 ribu, karena kemarin ada data beberapa data yang masuk. Biar datanya lengkap dulu baru kita membuat prognosa berikutnya,” Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika.
Melirik data lima tahun terakhir. Penjualan otomotif tahun 2025 kurang moncer. Bahkan menjadi titik terendah dalam lima tahun terakhir.
Berikut ini data wholesales 2021 – 2025 (Januari-November):
2021: 887.202 unit
2022: 1.048.040 unit
2023: 1.005.802 unit
2024: 865.723 unit
2025 (Jan-Nov): 710.084 unit






