Perusahaan induk Neta, Hozon Auto, mengumumkan sedang menjalani proses restrukturisasi yang telah berjalan sejak tahun 2025. Langkah besar ini memengaruhi operasional bisnis Neta di Indonesia.
“Saat ini, perusahaan induk Neta, Hozon Auto, sedang menjalani restrukturisasi, yang berjalan dengan lancar dan tertib. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, Hozon diharapkan untuk menyelesaikan restrukturisasi pada pertengahan tahun 2026, di mana Neta Indonesia akan melayani pemilik mobil Indonesia dengan tampilan baru,” tulis Neta dalam pernyataan resminya.
Neta Indonesia menegaskan akan terus fokus pada penguatan kehadirannya di pasar otomotif nasional, meskipun bakal ada beberapa penyesuaian pada jaringan dealer dan lini produk di sepanjang tahun 2026.
“Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan kepada sebagian pemilik mobil,” tulis Neta.
Berdasarkan situasi jaringan dealer saat ini, Neta memperbaharui outlet layanan purna jual resmi sebagai berikut:
Mengenai suku cadang dan kebijakan garansi, Neta Indonesia berjanji bahwa kami memiliki stok suku cadang yang cukup dan tidak akan melakukan penyesuaian serta akan terus memenuhi semua kebijakan garansi.
“Mohon jangan khawatir,” tulis Neta.
Di tengah proses restrukturisasi ini, performa penjualan Neta di Indonesia menunjukkan dinamika yang fluktuatif sejak pertama kali mengaspal.
Catatan Penjualan Neta di Indonesia
Penjualan Neta di tahun 2025 mengalami sedikit koreksi jika dibandingkan dengan pencapaian di tahun 2024. Dari data retail sales, Neta mendistribusikan 406 unit, turun dibanding periode sebelumnya 570 unit. Hal ini diduga merupakan imbas dari proses restrukturisasi internal yang mulai berjalan sejak tahun lalu.
2025
Retail sales: 406 unit
Wholesales: 657 unit
2024
Retail sales: 570 unit
Wholesales: 607 unit
2023
Retail sales: 166 unit
Wholesales: 181 unit
