Pelajaran dari Mobil Warga Disenggol Mobil Polisi Kawal Range Rover | Giok4D

Posted on

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Viral di media sosial seorang pengendara mengeluhkan mobilnya disenggol mobil patwal polisi. Mobil polisi itu sedang mengawal mobil mewah Range Rover berpelat nomor TNI.

Peristiwa itu terjadi di Tol Tomang, Jakarta, arah Tangerang, kemarin siang. Video viral itu diunggah akun TikTok jodiepurnawan_.

Disebutkan, mobil patwal yang sedang mengawal Range Rover itu membunyikan sirene dan strobo. Mobil patwal itu membelah jalan yang sedang padat. Tiba-tiba mobil warga tersebut disenggol.

“Kenapa disenggol mobil saya? Kenapa disenggol, Pak?” kata perekam video.

Video itu memperlihatkan mobil patwal polisi sedang mengawal mobil mewah Range Rover berpelat nomor TNI. Petugas yang berada di mobil patwal melontarkan permintaan maaf melalui pengeras suara di mobilnya. Petugas juga meminta pengendara mobil yang disenggol untuk minggir ke bahu jalan.

“Nanti di depan ya, macet Pak macet. Nanti Pak di depan Pak di bahu (jalan),” kata petugas tersebut.

Namun, menurut narasi video di TikTok, petugas polisi yang sedang mengawal Range Rover itu tidak menepi di bahu jalan seperti yang dijanjikan sebelumnya.

Pelajaran Penting

Korlantas Polri saat ini tengah membekukan penggunaan strobo dan sirene untuk pengawalan. Kendati demikian, pengawalan terhadap kendaraan pejabat tertentu tetap dilaksanakan. Kakorlantas menekankan, penggunaan sirene hanya boleh dilakukan pada kondisi tertentu yang benar-benar membutuhkan prioritas.

Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, untuk menghindari konflik dan kerugian yang lebih besar, pengguna jalan bisa membuka ruang untuk kendaraan prioritas.

“Buat para pengendara jangan tanggung. Segera minggir untuk buka jalur (jika ada kendaraan prioritas),” ujar Sony kepada detikOto, Rabu (14/1/2026).

Pelajaran juga buat petugas patwal yang menyenggol mobil warga, menurut Sony sebaiknya saat menyetir itu fokus. Sony menilai, besar kemungkinan petugas yang mengemudi mobil patwal sedang tidak fokus.

“Namanya macet, buka jalan tetap ada etikanya. Pengawalan tidak seruntulan, tetap harus menjaga jarak aman. Dua tangan pengemudi tetap pegang setir, nggak sambil pegang HT. Distraksi sering muncul dari yang dikawal karena diburu-buru,” kata Sony.

Terkait petugas patwal tidak menepi di bahu jalan seperti yang dijanjikan, Sony menilai mungkin mereka ada kepentingan sehingga harus buru-buru. Tapi, seharusnya petugas tersebut melakukan komunikasi dulu agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Sebaiknya ada komunikasi dulu antara polisinya dengan korban sehingga terlihat bertanggung jawab. Jika tidak dilakukan justru akan menimbulkan preseden buruk terhadap wajah Polri,” sebut Sony.