Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, resmi mengoperasikan fasilitas manufaktur terbarunya di Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Adapun pabrik tersebut mampu menyerap 900 tenaga kerja.
Peresmian yang dilakukan, Senin (15/12/2025) menjadi tonggak penting bagi ekspansi global VinFast. Sebab kehadiran pabrik itu sebagai wujud keseriusan perusahaan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 170 hektare tersebut menjadi fasilitas produksi pertama VinFast di Asia Tenggara dan yang kedua di luar Vietnam. Dengan beroperasinya pabrik di Subang, VinFast kini memiliki empat fasilitas manufaktur aktif secara global.
CEO VinFast Asia, Pham Sanh Chau, menyebut pembangunan pabrik ini sebagai wujud komitmen nyata perusahaan terhadap pengembangan industri hijau.
“Tujuh belas bulan lalu kami memulai pembangunan pabrik ini dengan satu misi yang jelas, membangun ekosistem hijau yang komprehensif,” ujar Pham dalam keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026).
Dia menegaskan kehadiran pabrik Subang mencerminkan semangat VinFast dalam mewujudkan janji dengan eksekusi cepat dan terukur sebagai perusahaan otomotif global.
“Kami tidak hanya berbicara, tetapi juga mewujudkannya. Ini adalah bukti kecepatan dan kemampuan eksekusi VinFast,” ujarnya.
Sementara itu, CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menyebutkan bahwa pabrik VinFast yang berada di Subang ini telah menyerap hingga 900 tenaga kerja.
“Subang memang menjadi tugas kami untuk prioritas tenaga kerja. Tenaga kerja terdidik dan terlatih tentunya harus memenuhi standar VinFast,” tuturnya.
Dia menyebutkan jika seluruh fase pembangunan pabrik VinFast dk Subang telah terselesaikan keseluruhannya, maka bisa menyerap hingga 15 ribu tenaga kerja.
“Kedepannya tak hanya kendaraan roda empat yang akan dirakit di pabrik ini, tapi juga akan merakit kendaraan roda dua, dengan total ditargetkan 300 ribu kendaraan tiap tahunnya,” ujarnya.
Peresmian pabrik ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. Menurut Airlangga, investasi VinFast selaras dengan agenda pemerintah dalam mempercepat transisi energi dan membangun industri kendaraan listrik nasional.
Dia berharap VinFast dapat terus meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dengan menggandeng pelaku industri lokal, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
“Sesuai namanya, VinFast, pembangunan pabrik ini memang sangat cepat. Tidak semua manufaktur mampu melakukannya,” tutup Airlangga.
Sebagai informasi tambahan, Pabrik VinFast Subang dirancang untuk memproduksi kendaraan listrik berbasis baterai dengan teknologi efisiensi tinggi dan standar ramah lingkungan. Selain menyasar pasar domestik, fasilitas ini juga diproyeksikan menjadi hub ekspor ke negara-negara Asia Tenggara dan kawasan sekitarnya.






