Selama ini, mekanik bengkel kerap dipandang sebagai pekerjaan yang identik dengan kotor-kotoran dan gaji yang terbilang pas-pasan. Namun, anggapan itu dipatahkan teknisi mobil di dealer Ford Ohio, Amerika Serikat (AS).
Disitat dari Carscoops, Selasa (13/1), teknisi di dealer Ford tersebut bernama Ted Hummel. Dia bukan teknisi ‘kemarin sore’, melainkan sudah berstatus sebagai ‘senior master’. Dia bisa mengantongi upah US$ 160 ribu atau Rp 2,7 miliar/tahun.
Di dealer Ford, Hummel merupakan spesialis transmisi dan komponen rumit lain. Jika penggantian transmisi umumnya memerlukan waktu 10 jam, Hummel mampu mengerjakannya selama lima jam. Itulah mengapa, dia dianggap sebagai aset perusahaan.
“Saya harap kami bisa mengkloning Ted,” ujar atasannya langsung kepada Wall Street Journal.
Cerita ini lantas sampai ke telinga CEO Ford, Jim Farley, yang belakangan mengeluhkan sulitnya mencari teknisi andal di Amerika Serikat. Ford disebut memiliki 5.000 lowongan teknisi dengan gaji bisa tembus US$ 120.000 per tahun, namun tetap sulit terisi.
“Kami dalam masalah di negara ini,” kata Farley. “Ada banyak bay dengan lift dan alat lengkap, tapi tidak ada orang yang bekerja di sana.”
Salah satu alasan Hummel bisa meraup penghasilan fantastis adalah sistem flat rate, sistem kerja berbasis jam standar. Mekanik tetap dibayar sesuai estimasi pabrikan meski pekerjaan selesai lebih cepat.
Artinya, jika satu pekerjaan dibayar 14 jam dan diselesaikan dalam tujuh jam, sisanya menjadi keuntungan bagi mekanik. Jika dilakukan terus-menerus, gaji pun melonjak drastis.
Hummel mencontohkan, untuk satu unit Ford F-150, Ford membayar 14,6 jam kerja, meski ia bisa menyelesaikannya dalam waktu kurang dari tujuh jam. Efisiensi inilah yang membuat sistem flat rate sangat menguntungkan baginya, tapi juga penuh risiko bagi mekanik lain.
Jalan Hummel di dunia mekanik tak mudah. Dia mengawali karier dengan bayaran di bawah US$ 10 atau Rp 160 ribuan per jam. Dia lantas melanjutkan kuliah dan membeli alat mandiri untuk belajar. Dia butuh hampir 10 tahun perjuangan untuk sampai ke level sekarang.
“Mereka selalu bilang, kamu bisa dapat gaji enam digit,” ujar Hummel. “Saat saya menjalaninya, rasanya seperti, ‘ini nggak akan kejadian.’ Butuh waktu sangat lama.”
Kini, selain mengerjakan mobil, Hummel juga mendapat pemasukan tambahan karena melatih teknisi junior, sesuatu yang dibayar ekstra oleh diler. Ford mengaku, dibutuhkan sekitar lima tahun hingga seorang teknisi benar-benar produktif.
Masalahnya, tak semua orang mampu bertahan selama itu. Pekerjaan bengkel keras secara fisik, dan absen kerja berarti tak dibayar. Banyak teknisi yang menyerah atau cedera sebelum mencapai level penghasilan tinggi. pegawai
