Banjir menjadi momok menakutkan buat kendaraan. Salah penanganan bisa turun mesin!
Banyak kendaraan yang tergenang air atau bahkan pengendaranya sengaja menerobos banjir. Jika motor terendam air dalam waktu yang lama, apalagi dengan kondisi hampir terendam seluruhnya, ada potensi motor mengalami masalah bahkan bisa sampai turun mesin.
Salah satu risiko dari banjir adalah water hammer. Water hammer adalah kondisi ketika air masuk ke ruang mesin. Air tidak bisa terkompresi oleh mesin sehingga yang terjadi setang piston bengkok bahkan bisa menyebabkan silinder mesin pecah. Kalau sudah rusak begitu, dana yang harus dikeluarkan untuk perbaikan pasti sangat besar.
Dikutip dari keterangan tertulis Yamaha, ada empat pertolongan pertama yang harus dilakukan pemilik motor untuk menyelamatkan motornya yang terendam air. Apa saja?
1. Jangan Langsung Nyalakan Mesin
Ingat! Apabila motor sudah terkena banjir, jangan sekali-kali langsung menghidupkan mesin motor, baik dengan electric starter atau kick starter (engkol). Kalau itu dilakukan, maka piston bisa pecah atau setang piston bengkok (water hammer) karena air yang masuk ke ruang bakar, air tersebut bisa masuk melalui lubang udara atau knalpot motor.
2. Cari Tempat Lebih Tinggi atau Kering
Tujuan mencari tempat yang tinggi atau kering agar kamu dapat melakukan pengecekan pada motor. Sembari menunggu motor kering, kamu bisa melakukan pelepasan part yang terkena air, seperti saringan udara, knalpot, dan busi. Tapi jika tidak bisa melakukan itu, lebih baik serahkan ke mekanik.
3. Tindakan Pertama
Gunakan obeng untuk membuka cover filter udara, lalu keringkan area kotak filter udara dan filter udaranya. Hal ini bertujuan agar udara yang masuk bebas dari air. Lalu lepas leher knalpot menggunakan kunci T atau kunci pas agar air yang telanjur masuk ke ruang bakar dapat keluar. Setelah itu bisa membalikkan knalpot agar sisa air dapat keluar.
Langkah terakhir membuka busi menggunakan kunci busi, lalu bersihkan busi dan rumah busi menggunakan lap kering. Busi adalah salah satu komponen penting dalam proses pembakaran di mesin, maka kondisinya harus dipastikan kering.
Setelah tiga bagian tadi dibersihkan, kamu dapat membersihkan sisa-sisa air yang berada di ruang bakar dengan cara men-starter mesin agar piston bergerak dan mendorong sisa air keluar dengan kondisi busi dan knalpot yang belum terpasang. Setelah selesai dan motor dirasa sudah kering dan aman, pasang semua part seperti semula, lalu coba starter kembali. Segera ganti oli agar terhindar dari water hammer dan kerusakan komponen mesin karena oli yang tercampur air.
4. Cek di Bengkel
Selain melakukan tindakan pertama yang sudah dijelaskan itu, disarankan buat servis motor secara berkala di bengkel. Dengan servis di bengkel resmi, kualitasnya bisa lebih dijamin, juga ada garansi yang akan didapat konsumen.






