Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Magetan, Dezi Setiapermana, dicopot dari jabatannya oleh Jaksa Agung RI. Pencopotan tersebut telah dilakukan sejak Senin, 19 Januari 2026, dan posisinya kini telah diisi pejabat baru. Menilik isi garasinya, Dezi punya beberapa kendaraan.
Isi Garasi Kajari Kabupaten Magetan yang Dicopot
Dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Dezi Setiapermana terakhir kali menyampaikan hartanya pada 7 Januari 2025. Isi garasinya punya total 389 juta, rinciannya sebagai berikut:
1. Mobil, Honda Jazz GE8 1.5 S M/T tahun 2013, hasil sendiri, Rp 89 juta
2. Motor, Yamaha 28D Mio 115 tahun 2010, hasil sendiri, Rp 2 juta
3. Mobil, Honda HR-V RU1 1.5 S M/T CKD tahun 2016, hibah tanpa akta, Rp 130 juta
4. Mobil, Honda CR-V Rm3 WD 2.4 AT tahun 2013, hasil sendiri, Rp 150 juta
5. Motor, Yamaha Aerox tahun 2021, hasil sendiri, Rp 18 juta
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Agus Sahat mengatakan, Dezi Setiapermana baru menjabat sebagai Kajari Magetan sekitar tiga bulan. Dezi menggantikan Kajari sebelumnya, Yuana Nurshiyam, sejak 31 Oktober 2025.
“Baru sekitar 3 bulan (menjabat),” papar Agus.
Menurut Agus, jabatan Kajari Magetan saat ini diisi oleh Koordinator Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Farkhan Junaedi, sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Farkhan akan melanjutkan tugas-tugas yang sebelumnya dijalankan Dezi.
Sebelumnya, Tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi (PAM SDO) dan Tim Satuan Tugas Intelijen Reformasi Inovasi (SIRI) Kejaksaan RI mengamankan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Magetan, Dezi Setiapermana.
Pengamanan tersebut dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Agus Sahat.
“Benar yang datang Tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi (PAM SDO) dan Tim Satuan Tugas Intelijen Reformasi Inovasi (SIRI),” ujar Agus saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (24/1/2026).
Agus mengatakan, pengamanan terhadap Dezi sudah berlangsung sejak Kamis (16/1) atau sebelum KPK melakukan OTT Wali Kota Madiun. Dezi, lanjut Agus, langsung dibawa dari Magetan ke Kantor Kejaksaan Agung di Jakarta.
“Langsung dibawa ke Jakarta lewat Solo, dekat dari Solo ke Magetan. Kejadian sebelum KPK OTT Wali Kota Madiun,” papar Agus.
