Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Produsen ban nomor dua di China, Sailun, akhirnya mulai memproduksi ban di Demak, Jawa Tengah. Nggak main-main untuk bisa ikut bersaing di pasar Indonesia, Sailun mengatakan telah menggelontorkan investasi hingga Rp 4 triliun di Indonesia. Lalu berapa banyak komponen lokal yang digunakan Sailun saat ini?
PCR/TBR Director PT Sailun Tire Indonesia, Eko Supriyatin, menjelaskan investasi Sailun yang dilakukan saat ini menjadi langkah awal bagi Sailun untuk bisa bersaing di Indonesia.
“Ini bisa dikatakan langkah awal kami, langkah awal Sailun Group untuk di Indonesia. Ke depannya akan terus berkembang, sesuai dengan kebutuhan atau perlengkapan pasar Indonesia,” ucap Eko.
“Kalau kami bisa menggunakan proyek ini yang sangat baik, dengan nilai proyek yang bagus, dengan teknologi yang baik, dengan bahan baku yang bisa membantu menghemat bahan bakar, rolling resistan yang baik, gripnya bagus, aman dipakai, stabil, dan juga umurnya panjang. Ini 3 komponen yang agak sulit beriringan ya, tapi kami punya teknologinya. Nanti ke depan teknologi kami akan terus berkembang, yang kemungkinan juga akan menambah kapasitas produksi tentunya, pasti investasi lagi dan ke depannya akan terus berkembang. Bahkan sudah ada rencana untuk memperluas, jika saat target kami tercapai, kami akan terus berkembang,” Eko menjelaskan.
Soal komponen lokal, Eko mengatakan saat ini sudah menggunakan beberapa komponen lokal dan ke depannya akan terus ditingkatkan.
“Kita secepatnya kita akan menggunakan bahan baku lokal. Beberapa part sudah, seperti penggunaan benang, penggunaan kawat, itu sudah. Untuk penggunaan karetnya kami masih terus mengevaluasi, agar sesuai dengan tingkat kualitas yang akan kami produksi,” ucap Eko.
“Apakah ada rencana akan memiliki perkebunan karet sendiri? Ya, kami sedang merencananya. Jadi, kami sedang merencana itu, jadi implementasinya melihat situasi, jika kita memang sudah membutuhkan untuk membuat perkebunan karet untuk kebutuhan kami sendiri, tapi tentunya ini tidak mudah, karena pemerintah juga menginginkan kami menggunakan perkebunan negeri yang sudah ada. Akhirnya kita, mungkin mengikuti kebijakan pemerintah,” Eko menambahkan.
Lalu berapa target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang akan diserap Sailun?
“Kalau TKDN kita masih menjajaki, semaksimal (sebesar-besarnya) mungkin. Nah saat ini kan, kami juga baru memulai, jadi mungkin belum besar. Tapi kita akan terus mengikuti perkembangan dan saran-saran dari pemerintah Indonesia,” tutup Eko.
