Minat pembeli mobil pertama untuk membelanjakan uangnya minim. Alhasil penjualan mobil turun. Khususnya segmen LCGC yang banyak diincar para pembeli mobil pertama.
Pembeli mobil pertama di dalam negeri ‘babak belur’. Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengungkap ada sederet faktor yang membuat kondisi para pembeli mobil pertama itu kian sulit.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Harusnya bisa membelanjakan uang dan berkontribusi terhadap penjualan, tapi situasinya justru tak demikian. Menurut Billy, salah satu tekanan yang paling dirasa para pembeli mobil pertama adalah kondisi perekonomian.
“Mayoritas konsumen LCGC mengandalkan kredit, sementara lembaga pembiayaan saat ini lebih selektif, sehingga permintaan ikut tertekan,” ungkap Billy saat dihubungi detikOto belum lama ini.
Kondisi ‘babak belur’ para pembeli mobil pertama itu amat terasa dengan merosotnya penjualan mobil di segmen LCGC (Low Cost Green Car). Seperti diketahui bersama, mobil LCGC merupakan incaran para pembeli mobil pertama yang naik kelas dari pengguna roda dua.
Data penjualan retail yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan LCGC hanya mencapai 130.799 unit. Torehan tersebut turun 27 persen dibandingkan perolehan tahun 2024 yang mencapai 178.726 unit.
Sebelumnya pada tahun 2024, penjualan LCGC juga turun 10 persen dibandingkan tahun 2023. Pada tahun 2023 bahkan penjualan LCGC nyaris menyentuh 200 ribu unit, lebih tepatnya sebanyak 198.564 unit. Pangsa pasar LCGC juga tergerus di tengah meningkatnya persaingan dari berbagai segmen mobil lain. Di sisi lain, harga yang ditawarkan para pendatang baru non-LCGC juga cukup kompetitif. Khususnya kalau bicara mobil listrik murah.
Awalnya LCGC diposisikan sebagai mobil pertama dengan harga terjangkau (di bawah Rp150 juta). Namun saat ini, banyak model LCGC tembus Rp180 juta-Rp200 juta. Kenaikan harga akibat regulasi emisi, penambahan fitur, dan biaya produksi membuat daya tarik “low cost” semakin pudar.
Situasi ekonomi yang tidak stabil membuat banyak calon pembeli menunda membeli mobil pertama. Segmen LCGC yang menyasar pembeli baru menjadi paling terdampak karena mereka sangat sensitif terhadap kenaikan harga dan suku bunga kredit.
“Penurunan daya beli masyarakat karena inflasi dan suku bunga tinggi menjadi faktor utama yang mempengaruhi penjualan mobil saat ini Mas. Penurunan daya beli masyarakat karena inflasi dan suku bunga tinggi menjadi faktor utama yang mempengaruhi penjualan mobil, selain itu, kenaikan harga segmen terbesar LCGC juga mempengaruhi keputusan pembelian konsumen,” ujar Pengamat Otomotif, Yannes Pasaribu.






