Kementerian Perindustrian sudah mengajukan usulan insentif untuk industri otomotif tahun 2026. Dalam usulan itu, batas harga kendaraan bakal diatur.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sudah menyurati Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal usulan insentif untuk industri otomotif tahun 2026. Menurut Agus, usulan insentif untuk tahun 2026 akan dibuat lebih detail mulai dari teknologi, TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), sekaligus emisi. Adapun untuk mendapatkan insentif tersebut, pemerintah bakal mengatur batas harga kendaraan di setiap segmennya.
“Dan kita dalam usulan ini menetapkan harga, harga yang kita terapkan dari masing-masing segmen agar mereka bisa mendapatkan manfaat, dan tentu yang harus kita garisbawahi adalah kami sangat memperhatikan konsumen,” kata Agus dikutip detikFinance.
Dari sisi konsumen, pembeli mobil pertama juga akan menjadi prioritas penerima insentif, namun Agus belum mau menjelaskannya secara rinci. Pembeli mobil pertama diketahui banyak mengincar segmen Low Cost Green Car (LCGC).
Segmen LCGC diketahui berdasarkan PP No. 73 tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM, mobil-mobil LCGC dikenakan PPnBM, dengan tarif sebesar 15 persen dengan dasar pengenaan pajak sebesar 20 persen dari harga jual. Artinya, mobil-mobil LCGC seperti Toyota Calya-Agya, Daihatsu Sigra-Ayla, serta Honda Brio Satya cuma dikenakan tarif PPnBM sebesar 3 persen.
Agus juga mendorong agar para pembeli mobil pertama mengadopsi kendaraan listrik. Diketahui saat ini mobil listrik murah di bawah Rp 200 juta mulai banyak diincar para pembeli mobil pertama. Itu berkat deretan insentif yang diberikan pemerintah. Pertama ada insentif PPN ditanggung pemerintah 10 persen untuk produksi mobil listrik di dalam negeri. Harga mobil listrik jadi lebih murah.
Pun saat mengikuti program tersebut, harga mobil listrik juga tidak boleh naik dalam kurun waktu yang ditetapkan. Selanjutnya untuk mobil listrik CBU juga dibebaskan dari bea masuk dan PPnBM. Harga mobil listrik CBU seperti BYD Atto 1 bahkan bersaing dengan deretan mobil LCGC.
“Kalau kita bicara soal electric car, first buyers itu menjadi prioritas kami. Angka-angkanya nanti bisa spill pelan-pelan,” terang Agus dilansir CNBC Indonesia.






