BYD Atto 1 menjelma jadi mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang Januari-November 2025. Harga mobil listrik itu sudah naik Rp 5 juta untuk varian terbawah, sementara trim paling mahal masih sama.
Kenaikan harga BYD Atto 1 terjadi pada trim terbawah atau tipe Dynamic. Para tenaga penjual memasarkan Atto 1 Dynamic seharga Rp 199 juta, sebelumnya mobil listrik itu dibanderol Rp 195 juta. Sedangkan Atto 1 Premium masih dibanderol harga yang sama, yakni Rp 235 juta.
Harga baru itu sudah terjadi sejak November 2025. Dalam pantauan detikOto pada website resminya per 6 Januari 2025, harga BYD Atto 1 masih sama.
Terlahir sebagai pendatang baru, BYD Atto 1 sukses membetot perhatian publik Tanah Air. Penjualannya membludak, bahkan melampaui model-model ternama sekelas Kijang Innova hingga Avanza. BYD mencatat, penjualan Atto 1 sudah lebih dari 17.700 unit dalam kurun waktu dua bulan. Berkat torehan itu juga, Atto 1 sudah memuncaki daftar mobil terlaris di RI pada periode Oktober dan November 2025. Untuk pertama kalinya juga di Indonesia, mobil listrik menjadi yang terlaris ketimbang mobil bensin.
Nah untuk Atto 1 varian terlarisnya ialah trim Dynamic Standard Range dengan jumlah 9.935 unit, sementara tipe premium sudah laku 7.794 unit.
BYD sedang mendirikan pabrik sendiri di Subang, Jawa Barat. Kapasitas produksinya 150 ribu unit per tahun. Rencananya pabrik itu mulai beroperasi pada kuartal pertama 2026.
BYD menjadi salah satu pabrikan yang mendapat insentif berupa pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) dan bebas bea masuk impor yang berakhir pada 31 Desember 2025.
PT BYD Auto Indonesia merupakan merek yang mengikuti program insentif impor mobil listrik dengan investasi terbesar. Mereka membangun pabrik senilai Rp 11,2 triliun dengan kapasitas produksi 150 ribu unit per tahun.
BYD optimistis jika pabrik sudah berdiri tetap bisa memimpin pasar mobil listrik di Indonesia.
“Malah kalau kita berbasis manufaktur, itu kita justru lebih confidence dan lebih optimis. Karena assurance terhadap production dan supply itu lebih clear,” jelas a Luther selaku Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia di ICE BSD City, Tangerang, belum lama ini.
“Kalau sekarang kan kita dengan metode ini, kita mungkin masih dapat kondisi-kondisi tertentu. Yang mungkin membuatnya menjadi tidak certain. Kalau berbasis manufaktur pasti lebih certain secara keseluruhan,” tambah Luther.
