Salah satu produsen ban asal China, Sailun, mulai menancapkan cakarnya di Indonesia. Sailun menggelontorkan investasi hingga Rp 4 triliun demi mendirikan pabrik di Demak Jawa Tengah.
Berbagai strategi dipersiapkan untuk bisa mengambil hati pencinta otomotif Indonesia. Salah satunya dengan menawarkan harga yang kompetitif dan kualitas terbaik.
“Integrasi R&D, manufaktur, penjualan, dan layanan adalah strategi inti kami, bukan sekadar slogan. Di Indonesia, kami sedang mewujudkannya menjadi sebuah ekosistem bisnis lokal yang utuh dan mampu beroperasi secara mandiri,” ucap Presiden Sailun Group, Xie Xiao Hong.
Xie menambahkan langkah Sailun untuk fokus pada pasar domestik Indonesia tidak main-main. Empat langkah utama dipersiapkan Sailun untuk bisa ikut bermain di pasar tanah air.
“Implementasinya mencakup empat langkah utama. Perrtama R&D – berorientasi pada hasil akhir. Tim R&D kami secara langsung mengembangkan dan mengoptimalkan produk untuk iklim panas dan lembap serta kondisi jalan yang kompleks di Indonesia, memastikan keunggulan teknologi benar-benar diterjemahkan menjadi efisiensi bahan bakar, keselamatan, dan daya tahan yang dirasakan pengguna,” kata Hong.
“Kedua manufaktur, lincah dan efisien. Pabrik di Indonesia bukan hanya fasilitas produksi, tetapi juga pusat rantai pasok regional. Kehadirannya memungkinkan kami mempersingkat respons pasar dari hitungan bulan menjadi minggu-ini adalah fondasi dari komitmen layanan kami,” Hong menambahkan.
Ketiga penjualan, lanjut Xie. Pada poin ketiga ini dirinya mengatakan akan meningkatkan penjualan dengan mitra di Indonesia yang saling tumbuh atau menguntungkan. Sailun akan membangun tim lokal yang kuat dan bekerja erat dengan para dealer, mulai dari strategi pasar hingga pemberdayaan di tingkat ritel. Tujuannya adalah menciptakan rantai nilai yang stabil, transparan, dan saling menguntungkan-bukan sekadar hubungan jual beli.
“Keempat, layanan dengan menciptakan pelanggan seumur hidup. Layanan adalah daya saing utama kami. Kami akan membangun pusat layanan ban (kendaraan) penumpang dan truk, mencakup pemasangan profesional, garansi elektronik, hingga program perawatan berkala. Tujuan kami bukan hanya menjual ban, tetapi membangun kepercayaan jangka panjang melalui setiap interaksi,” kata Hong.
“Singkatnya, implementasi strategi ‘terintegrasi’ di Indonesia berarti mengakarkuatkan sumber daya global Sailun ke dalam pasar lokal, hingga tumbuh menjadi ekosistem yang digerakkan oleh kebutuhan lokal dan menciptakan nilai nyata bagi pengguna Indonesia,” tutup Hong.
