Media sosial dihebohkan video yang menunjukkan sopir Toyota Yaris tak terima setelah diklakson pengemudi lain dari arah belakang. Padahal, kendaraan itu terekam kamera melaju sangat pelan di jalur kanan atau lane hogging.
Dilansir dari akun Instagram @fakta.jakarta, Toyota Yaris berkelir jingga metalik itu melaju benar-benar pelan, bahkan pengemudi terlihat melakukan gas-rem gas-rem berkali-kali. Mobil di belakang nyaris ‘menyundul’ bagian ekor kendaraan tersebut.
Pengemudi di belakang akhirnya membunyikan klakson agar Toyota Yaris itu berjalan lebih cepat. Sebab, jalur kanan di jalan tol memang bukan ditujukan untuk melaju pelan. Namun, bukannya mengindahkan teguran itu, sopir Yaris justru turun dari kendaraannya dan menghampiri si penegur.
Sopir Yaris itu lantas melempar makian dengan kata-kata kasar. Bahkan, dia seperti mau mengajak ribut pengendara lain yang menegurnya tersebut.
“Kiri, bang. Kalau pelan di tengah aja bang, nggak usah di kanan,” demikian nasehat si penegur kepada sopir Yaris yang menghampirinya.
“Mau jadi jagoan? Anji*g lo! T*i lo!” begitu respon pengendara Yaris dengan nada sangat ofensif.
Setelah menyadari aksi tersebut terekam dashcam, pengemudi Yaris langsung pergi dan kembali melanjutkan perjalanan. Menurut informasi di kolom unggahan, insiden itu terjadi di Tol Jakarta-Cikampek KM 32, Senin (5/1).
Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengingatkan, pengendara lain sebenarnya tak berhak menegur lane hogger.
“Kalau ditegur juga bukan kapasitas kita. Serba salah. Mungkin (lane hogger) sudah seharusnya dikontrol ETLE (tilang elektronik),” kata Sony kepada detikOto, belum lama ini.
Menurut Sony, pengendara seharusnya memahami dulu aturan berkendara dan mengenali fungsi dari lajur jalan sebelum punya SIM. Ditegaskan, lajur paling kanan di jalan tol hanya untuk kendaraan yang ingin mendahului.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
“Kalau ada kendaraan yang lebih cepat, lebih penting, lebih buru-buru maka mereka nyusulnya lewat jalur paling kanan. Memang aturan kecepatan 100 km/jam dibuat untuk keamanan saat mendahului. Tetapi bukan mager (tetap) di lajur kanan di kecepatan 100 km/jam, apalagi underspeed,” tuturnya.
“Memang ada yang bilang jangan maksa (lane hogger minggir), (ada anggapan) kan bisa lewat lajur kiri. Bisa! Tapi merusak tatanan keselamatan berkendara. Dan tiga tahun lagi paling lama pasti rusak sistem lalu lintas hanya gara-gara lane hogger,” kata dia menambahkan.
Saksikan Live DetikPagi:






