Dear Kia, Ini Jurus Kalau Mau Laku Jualan Mobil di Indonesia

Posted on

Kia Sales Indonesia memulai babak baru di Tanah Air. Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan beri bocoran mobil yang digemari masyarakat Indonesia.

“Secara umum pasar masih baik. Asalkan, yang penting, Anda membawa produk yang tepat. Pasar Indonesia suka dengan mobil 7-seater dengan price range Rp 250 sampai 400 juta. Ini sweet spot untuk pasar,” kata Rachmat saat pengumuman manajemen baru Kia di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Dia melanjutkan tren elektrifikasi di Indonesia sekarang mulai tumbuh. Terbukti mobil di bawah Rp 400 juta itu laris manis.

Bicara model spesifik, BYD Atto 1 jadi bintangnya. Mobil ini laku keras bak kacang goreng dengan torehan 22.582 unit. Lalu, ada MPV listrik BYD M6 yang mencatat 10.862 unit. Ini membuktikan kalau orang Indonesia tetap “cinta mati” sama mobil kapasitas banyak, meski mesinnya sudah ganti baterai.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) 2025, penjualan mobil listrik secara wholesales sukses menembus angka 103.931 unit, melonjak tajam 141 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Pasar Indonesia terbuka. Kita memberikan berbagai insentif hingga sampai tahun ini. Memang beberapa insentif telah dihentikan, kita ingin meningkatkan produksi lokal. Tetapi secara umum pasar masih baik,” kata dia.

Sedikit bocoran, Kia akan membawa tiga mobil baru untuk pasar Indonesia. Salah satunya Kia Carens facelift dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Selain itu BYD akan membawa dua model lain yang rencananya diperkenalkan pada masa mendatang.

Secara wholesales Gaikindo 2025, Kia cuma mendistribusikan 81 unit. Turun dari tahun sebelumnya yang mengirimkan 1.050 unit.

Di bawah payung prinsipal langsung, Kia punya target ambisius di Indonesia dengan mengirim 40 ribu unit pada 2030. Menariknya Indonesia akan dijadikan hub ekspor.

“Dalam dua tahun ke depan, PT Kia Sales Indonesia akan memulai ekspor kendaraan keluar Indonesia,” ujar Managing Director Kia Sales Indonesia, Bayu Riyanto.

Pabrikan asal Korea Selatan ini berkomitmen membangun jaringan purna jual besar-besaran agar konsumen tak lagi merasa was-was. Pihak manajemen memastikan bahwa ekspansi ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman bagi pemilik kendaraan Kia.

“Lebih dari 100 outlet penjualan dan layanan purna jual akan hadir di seluruh Indonesia. Agar setiap pelanggan merasa dekat, aman, dan dilayani dengan sepenuh hati,” tambah Bayu.