Daeng Anshar melakukan perjalanan dari Lumajang ke Makkah dengan motor matik Xmax. Total 12 negara dilewati, kira-kira negara mana yang paling murah saat mengisi bensin?
Daeng Anshar tidak hanya diuji oleh medan jalan yang beragam, tetapi juga “kejutan” harga bahan bakar minyak (BBM) yang sangat kontras di beberapa negara. Perjalanan overland yang dilalui Daeng antara lain Malaysia, Thailand, Laos, China, Kazakhstan, Uzbekistan, Tajkistan, Afghanistan, Iran, UAE, Oman, hingga berakhir di Arab Saudi
Dari belasan negara yang disinggahi, satu negara sukses membuat Daeng tercengang soal harga BBM.
“Dulu kan saya pikir tuh paling murah di Malaysia lah. Kan berapa ya kan 6.000 Rp 7.000-an kan. Ternyata ada yang lebih gokil lagi. Di Iran tuh berapa tahu enggak? Rp 500,” ujar Daeng di podcast Siniar Injeksi detikOto.
“Jadi kalau full tank tuh kalau di punya motorku kan 12 liter sekian lah. Jadi itu cuman Rp6.000 gitu. Ini murah banget kan?” ungkap Daeng.
Sebagai perbandingan, uang Rp 6.000 di Jakarta mungkin hanya cukup untuk membayar parkir motor. Bahkan tidak cukup untuk mengisi satu liter bahan bakar jenis Pertalite. Sementara di Iran bisa digunakan untuk mengisi penuh tangki motor matik 250 cc dan menempuh jarak ratusan kilometer.
Memang Iran menjadi salah satu negara yang harga bensinnya murah. Berdasarkan situs Globalpetrolprice, Iran menduduki tiga besar negara dengan harga bensin murah, banderolannya 478,4 per liter.
Namun, “pesta” bensin murah itu tidak terjadi sepanjang jalan. Daeng menceritakan bahwa BBM termahal mulai terasa saat memasuki wilayah China.
“Paling mahal itu di China. Jadi di Cina itu Rp 20.000-an lah kalau enggak salah. Tapi RON-nya memang RON 98 kalau enggak salah. Memang lumayan tinggi,” ujar dia. indonesia






