Daeng Anshar menjadi bikers Indonesia yang melakukan perjalanan ke Arab Saudi pakai sepeda motor. Dia bilang Afghanistan menjadi negara yang berat saat dilewati.
“Jadi, yang paling berat itu di negara Afghanistan lah. Afghanistan ya. Banyak hal yang membuat perjalanan saya di Afghanistan itu berat,” ujar Daeng saat berbincang di Siniar Injeksi detikOto.
Daeng Anshar berada di wilayah Afghanistan selama dua minggu. Mulanya Daeng merasa deg-degan saat masuk ke wilayah Taliban.
Ketegangan dimulai saat Daeng hendak menyeberang dari Tajikistan menuju Afghanistan. Hanya dipisahkan oleh sebuah jembatan, Daeng merasa seperti sedang melintasi gerbang menuju dunia yang berbeda.
“Mulai dari awal kita masuk itu udah aduh saya kayak masuk di dunia lain gitu,” kata Daeng.
“Tajikistan itu kan lumayan modern lah ya. Dan perbatasan antara Tajikistan dan Afghanistan ini kan cuman jembatan kan. Nah dari pas mau nyeberang ke Afghanistan itu pagi-pagi banget itu masih ketutup kabut kan,” kata Daeng.
“Pas mulai kebuka kabutnya dikit muncullah bendera lailahaillallah yang warna putih (bendera tauhid).”
“Tapi ternyata setelah semakin dekat ternyata dia senyum. Jadi rasa cemas itu mulai berkurang akhirnya,” jelasnya lagi.
“Ternyata mereka senyum. Saya pikir, oh sepertinya mereka menyambut ini kayak gitu. Itu kesan pertama yang cukup membuat saya deg-degan sih,” ungkapnya.
“Tapi nanya juga tuh mereka mau ke mana gitu. Nanya banget dan pas dia tahu kalau kita mungkin mereka cukup familiar ya dengan Indonesia ya. Pas kita ngomong kita dari Indonesia tuh mereka senang banget,” jelas dia.
“Terus patah sasisnya juga kan motor saya di situ juga di Afghanistan.”
Meski patah sasis, Daeng Anshar masih bisa membawa Xmax miliknya sejauh 3.000 kilometer untuk tiba di Uni Emirat Arab.
Dia juga mengungkap pengalaman unik saat bertemu Taliban di Afghanistan. Karena terbiasa dengan “motor laki” atau motor kopling, para anggota Taliban ini kebingungan melihat motor matik Daeng.
“Eh, terus yang paling aneh lagi itu di ini di ya kembali lagi ke Afghanistan. Jadi ya talibannya ini ngelihat motorku kan mereka kan tahunya hanya motor laki doang kan dia nyariin tuh tempat masukkan giginya itu enggak ada ini matic aku bilang enggak percaya dia,” terang Daeng.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.






