Bos Yamaha Sebut M1 Pakai Mesin V4 Jadi Lebih Kencang tapi…

Posted on

Kehadiran mesin V4 menjadi era baru Yamaha YZR-M1. Revolusi ini diharapkan bisa menjadi angin segar bagi pabrikan ‘Garpu Tala’. M1 disebut-sebut melesat lebih cepat dibandingkan pendahulunya.

Paolo Pavesio, Managing Director Yamaha Motor Racing sekaligus Team Principal Monster Energy Yamaha MotoGP, blak-blakan mengenai proses transisi besar ini. Menurutnya, meskipun hasil simulasi menunjukkan perkembangan positif, kompetisi di MotoGP tidak bisa dimenangkan hanya dengan “satu malam”.

“Saya ingin mengatakan dengan jujur, tidak ada keajaiban dalam olahraga ini. MotoGP adalah olahraga mekanikal, dan Anda harus menerima bahwa selalu ada proses dan perjalanan yang harus dilalui,” ujar Pavesio di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

“Tentu saja kami mengejar kecepatan dan performa. Di laboratorium dan simulasi, kami menemukannya. M1 menjadi lebih cepat, kami meraih posisi start yang lebih baik, bahkan naik hingga lima posisi dan sepuluh grid dibanding sebelumnya,” tambah dia.

“Namun di sisi lain, kami kehilangan konsistensi, terutama dalam long run. Itu menjadi tantangan utama kami. Untuk musim berikutnya, kami percaya bahwa kami memiliki paket yang mampu memberikan potensi pengembangan lebih besar sepanjang musim. Kami berharap bisa belajar dengan cepat sejak awal dan membangun kurva perkembangan yang positif,” ceplosnya lagi.

Takahiro Sumi, General Manager, Motor Sports Development Division, Yamaha Motor Co., Ltd. & President of Yamaha Motor Racing menyebut transisi ke mesin V4 merupakan lompatan besar bagi Yamaha. Dia menegaskan bahwa tim telah bekerja keras, melibatkan kolaborasi antara insinyur Jepang dan Italia untuk mensukseskan proyek ini.

“Salah satu target utama dari pengembangan platform V4 ini adalah mendapatkan jangkauan performa yang lebih luas. Meski masih berada pada tahap awal, kami sudah menemukan kemajuan yang cukup jelas pada beberapa elemen penting,” kata dia.

Sumi menjelaskan beberapa elemen penting itu antara lain; stabilitas pengereman yang lebih baik, akselerasi yang meningkat, dan rasa berkendara yang konsisten.

Ya, para insinyur Yamaha bekerja keras supaya performa motor tetap stabil, terutama dalam balapan jarak jauh (long run) agar pebalap tidak kedodoran di lap-lap akhir.

Senada dengan bosnya, Fabio Quartararo mengakui bahwa proyek ini bergerak sangat cepat namun tetap membutuhkan banyak perbaikan di berbagai sektor. Baginya, kunci utama musim ini adalah menemukan arah pengembangan yang tepat sejak tes pramusim di Sepang.

“Proyek ini sangat cepat. Jadi, ada banyak yang perlu diperbaiki di mana-mana. Kekuatan mesin, dan hal-hal yang paling penting lainnya,” ungkap pebalap asal Prancis tersebut.

Alex Rins juga menambahkan bahwa setiap sesi pengujian, mulai dari Barcelona hingga Valencia, selalu membawa komponen baru yang terus dievaluasi.

“Mari kita lihat bagaimana itu berfungsi. Pastinya semua orang sudah bekerja keras,” ujar Rins.