CEO Xiaomi, Lei Jun melakukan siaran langsung selama hampir 5 jam. Lei Jun membongkar habis unit Xiaomi YU7 untuk menjawab berbagai tudingan miring dan kritik viral yang belakangan ramai menyerang mereknya.
Lei Jun memboyong tim insinyur internal Xiaomi untuk membedah jeroan YU7 di depan kamera. Aksi ini sekaligus meluruskan misinformasi yang beredar di media sosial.
“Saya ingin membiarkan semua orang melihat di mana letak tanggung jawab kami dalam membuat mobil,” ujar dia dikutip dari Carnewschina, Selasa (6/1/2026).
Dalam siaran langsung tersebut, Lei Jun tidak hanya bicara teknis, tapi juga blak-blakan meluruskan berbagai isu negatif yang sengaja digoreng di media sosial.
Lei Jun meluruskan klaim yang menyebut Xiaomi YU7 mampu menempuh jarak 1.300 km dalam sekali pengisian daya. Ia menegaskan pernyataan aslinya adalah 1.300 km dengan satu kali pengisian di tengah perjalanan, bukan satu kali cas penuh seperti yang ramai disalahartikan di media sosial. Sebab jarak tempuh terjauh dalam sekali pengisian penuh YU7 adalah 835 km pada varian Standard.
Isu lain yang dibantah adalah narasi “pengereman instan di kecepatan 200 km/jam”. Lei menjelaskan, video tersebut berasal dari pengujian pabrik SU7 Ultra dan telah dipelintir melalui pemotongan video secara selektif.
Terkait video roda YU7 yang terlepas saat tabrakan, Lei menyebut hal itu merupakan bagian dari desain keselamatan, bukan cacat material. Mekanisme tersebut dirancang untuk mengurangi tekanan pada kabin dan mengalihkan energi benturan agar lebih aman bagi penumpang.
Siaran langsung tersebut dimulai dengan kolom komentar yang ditutup, namun kemudian dibuka untuk memungkinkan interaksi dengan penonton.
Lei Jun berulang kali mendorong penonton untuk mengajukan pertanyaan, serta menyatakan bahwa perusahaan bersedia memberikan penjelasan dan klarifikasi atas segala kekhawatiran yang ada.
Dalam kesempatan itu, Lei Jun membagikan fakta pengiriman Xiaomi Automobile. Dia bilang telah mengirimkan 410.000 kendaraan pada tahun 2025. Ia menetapkan target pengiriman tahun 2026 sebesar 550.000 unit.






