Volvo meminta 40 pemilik mobil listrik EX30 untuk memarkir kendaraan mereka di luar ruangan atau di luar rumah. Alasannya, 40 unit EX30 tersebut diduga punya masalah dengan baterainya. Maka perlu diambil tindakan untuk mencegah korsleting dan bahkan kemungkinan kebakaran pada baterai tersebut.
Mengutip Carscoops, keamanan serius ini bermula dari proses mikroskopis yang terjadi di dalam setiap sel baterai. Yang terburuk, untuk saat ini, Volvo belum memiliki solusi untuk masalah ini. Tapi untungnya masalah ini hanya dialami sebagian kecil unit Volvo EX30 yang dipasarkan di Amerika Serikat.
Menurut pemberitahuan kampanye penarikan kembali yang baru diajukan ke Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA), masalah ini memengaruhi sekitar 40 unit Volvo EX30 tahun 2025 yang diproduksi antara tanggal 6 September 2024 dan 25 Oktober 2025.
Kendaraan yang terdampak ini dilengkapi dengan sel baterai tegangan tinggi yang dipasok oleh Sunwoda Power Battery Company di China, dan Volvo memperkirakan bahwa 100 persen dari populasi yang ditarik kembali mengandung cacat tersebut.
Apa Masalahnya?
Masalah ini bermula dari apa yang disebut Volvo sebagai penyimpangan proses selama pembuatan sel baterai. Volvo tidak menjelaskan secara detail penyimpangan tersebut, tetapi diduga karena baterai ini mengalami pertumbuhan pelapisan lithium di dalam sel baterai.
Pertumbuhan tersebut, yang juga disebut dendrit, dapat membesar seiring waktu hingga menyebabkan korsleting. Jelas, itu adalah masalah yang berpotensi fatal. Karena itu, Volvo mengeluarkan kampanye recall dan menyarankan pelanggan terkait untuk memarkir kendaraannya di luar ruangan.
Indikator masalah baterai ini bisa ditemukan konsumen ketika melihat peringatan baterai terlalu panas yang ditampilkan di panel instrumen. Produsen mobil ini pertama kali menemukan masalah tersebut pada Juli 2025 setelah mendengar tentang potensi situasi baterai terlalu panas di luar AS.
Langkah Volvo
Investigasi yang dilakukan pada Desember lalu mengantarkan Volvo pada keputusan untuk melakukan penarikan kembali produk. Sayangnya, solusi untuk masalah ini masih belum sepenuhnya ditemukan oleh Volvo.
Untuk sementara waktu, Volvo meminta pemilik untuk mengurangi tingkat pengisian daya maksimum pada EX30 mereka hingga 70 persen. Hal ini dilakukan buat mengurangi kemungkinan pertumbuhan endapan lithium dan memungkinkan Volvo untuk menemukan solusi permanen dalam proses tersebut.






