Sailun memastikan pabrik mereka yang berada di Demak, Jawa Tengah hanya akan memproduksi ban radial, dan tidak akan memproduksi ban bias. Hmm, apa alasannya nih?
Sebagai catatan perbedaan utama ban radial dan bias terletak pada konstruksi benang pembentuknya. Ban radial pakai benang baja bersudut 90 derajat. Ban ini diklaim memiliki tingkat fleksibel lebih baik, lebih nyaman, dan memiliki traksi lebih baik. Sedangkan ban bias pakai benang nilon bersudut diagonal, ban ini diklaim lebih kokoh, kuat beban berat, namun kurang nyaman di kecepatan tinggi.
Memilih hanya memproduksi ban radial bukan tanpa alasan, General Manager PT Sailun Manufacturing Indonesia, Wang Dian Ying, mengatakan strategi ini merupakan komitmen jangka panjang Sailun di Indonesia.
“Keputusan ini bukan karena kami mengabaikan kondisi pasar saat ini, melainkan didorong oleh komitmen jangka panjang terhadap kepentingan pengguna Indonesia serta keyakinan kami terhadap arah perkembangan pasar ke depan,” ujar Wang.
Wang mengatakan pertimbangannya hanya memproduksi ban radial meliputi tiga aspek utama, di antaranya:
1. Arah tak terelakkan dari kemajuan teknologi
Ban radial telah terbukti secara global unggul dalam hal keselamatan, efisiensi bahan bakar, dan daya tahan dibandingkan ban bias. “Dengan langsung membangun lini produksi tercanggih di Indonesia, kami ingin memimpin dan mempercepat proses peningkatan teknologi ini,” katanya.
2. Menawarkan nilai jangka panjang, bukan sekadar harga awal
Memang, investasi awal ban radial sedikit lebih tinggi, namun Sailun fokus pada penurunan total cost of ownership. “Melalui data dan studi kasus nyata, kami membantu pengemudi dan pemilik armada melihat manfaat ekonomis jangka panjang dari penghematan bahan bakar dan usia pakai yang lebih panjang,” sebutnya.
3. Menunjukkan komitmen investasi dan lokalisasi
Sailun tidak membangun pabrik yang beradaptasi pada teknologi usang, melainkan fasilitas modern yang siap memenuhi kebutuhan 10 tahun ke depan atau lebih. Sailun membawa teknologi terbaik langsung ke Indonesia karena mereka percaya pada potensi pasar ini.
“Singkatnya, kami berinvestasi hari ini dengan teknologi terdepan agar pengguna Indonesia dapat menangkap peluang pertumbuhan di masa depan,” tutup Wang.
