Beda dengan Indonesia, Malaysia Tak Turunkan Harga BBM di Awal Tahun 2026

Posted on

Pemerintah Indonesia melalui Pertamina menurunkan harga bahan bakar di awal tahun 2026. Beda dengan Indonesia, negara tetangga, Malaysia, tak menurunkan banderol bahan bakar minyak mereka.

Mengutip dari laman Pertamina, menyambut awal tahun 2026, harga bahan bakar non subsidi jenis Pertamax turun dari Rp 12.750 per liter jadi Rp 12.500 per liter atau ada penurunan Rp 250 per liternya.

Selanjutnya harga Pertamax Turbo juga turun Rp 350 per liter menjadi 13.400 per liter. Harga Pertamax Green 95 pun disesuaikan, jika sebelumnya harga per liter dijual Rp 13.500, sekarang jadi Rp 13.150 per liter. Selain Pertamina, harga bahan bakar merek swasta seperti Shell, BP, dan VIVO pun mengalami penurunan.

Nah, beda dengan Indonesia, di Malaysia tidak ada penurunan harga bahan bakar di awal tahun 2026. Mengutip laman Paultan, harga bahan bakar di Malaysia untuk tanggal satu hingga tujuh Januari 2026, masih sama.

Di Malaysia, bensin RON 95 tanpa subsidi tetap dijual dengan harga RM 2,56 (Rp 10.530) per liter seperti di minggu lalu. Sedangkan untuk RON 97, tetap dipasarkan dengan harga RM 3,16 atau setara Rp 12.998 per liter.

Sementara itu di sisi lain, bensin RON 95 yang disubsidi di bawah skema Budi Madani RON 95 (Budi95) tetap pada harga RM 1,99 (Rp 8.186) per liter. Warga Malaysia dengan SIM yang masih berlaku berhak mendapatkan bahan bakar tersebut dengan kuota bulanan sebanyak 300 liter.

Harga bahan bakar di Malaysia ini berlaku mulai tengah malam 1 Januari 2025 hingga Rabu, 7 Januari 2026, ketika pengumuman pembaruan harga bahan bakar selanjutnya diumumkan oleh pemerintah Malaysia.