Banjir Truk Impor China Tak Sesuai Regulasi, Industri Otomotif RI Terancam

Posted on

Industri otomotif Indonesia, khususnya kendaraan komersial, sedang mengalami tantangan berat dengan membanjirnya truk impor dari China. Masalahnya, truk impor dari China itu masuk Indonesia tak sesuai regulasi.

Kebanyakan truk impor China itu masuk Indonesia untuk digunakan sebagai kendaraan di pertambangan. Mereka masuk Indonesia tanpa memenuhi persyaratan seperti truk yang kebanyakan dijual dan diproduksi di Indonesia. Salah satunya soal pemenuhan regulasi emisi. Di Indonesia saat ini sudah menerapkan standar emisi Euro 4. Tapi truk dari China itu masuk dengan standar emisi Euro 2.

“Mereka datang tanpa investasi di Indonesia. Mereka datang dengan produk yang tidak sesuai standar regulasi Indonesia. Mereka datang dengan tidak mengikuti persyaratan yang disyaratkan,” kata Aji Jaya, Direktur Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (Mitsubishi Fuso), saat ditemui di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Aji mencontohkan regulasi mengenai uji tipe kendaraan. Truk-truk yang bahkan sudah diproduksi di dalam negeri harus melalui uji tipe kendaraan di Kementerian Perhubungan. Tapi, truk impor asal China masuk Indonesia tanpa melalui tahapan itu.

“Mereka datang dengan teknologi yang nggak standar. Kita distandarkan Euro 4, tapi mereka di bawah,” ujar Aji.

Padahal, pabrikan truk yang sudah memproduksi di dalam negeri telah berinvestasi besar-besaran. Mitsubishi Fuso sendiri sudah eksis 50 tahun di Indonesia. Ribuan tenaga kerja dilibatkan dalam industri kendaraan komersial tersebut.

“Kalau sampai kami nggak dilindungi tentunya itu akan berdampak kepada aktivitas manufaktur kami. Otomatis misalnya kalau kami nggak bisa produksi, ya investasi ke masyarakat Indonesia juga (terpengaruh). Kami sudah berkontribusi untuk Indonesia, untuk masyarakat Indonesia dan saat ini kami sedang mengalami situasi seperti itu,” sebut Aji.

Sayangnya, sampai saat ini belum ada tindakan dari pemerintah mengenai banjirnya truk China ini. Jika tidak ada tindak lanjut dari pemerintah, Aji memprediksi truk impor China akan terus membanjiri Indonesia tahun ini yang mengancam industri otomotif Indonesia.

“Mudah-mudahan pemerintah melakukan atau memberikan langkah-langkah konkret supaya persaingannya lebih fair, persaingannya lebih sebanding,” kata Aji.