Pecah ban mobil bisa dialami siapa saja. Tapi kamu bisa tahu ciri-cirinya dan tentunya menghindari pecah ban. Simak penjelasannya berikut.
Pecah ban bisa dihindari. Untuk itu, penting bagi para pemilik kendaraan untuk mengecek kondisi ban secara berkala. Sebab perawatan yang tidak baik justru jadi pemicu ban pecah. Salah satu perawatan yang bisa dilakukan adalah mengecek tekanannya sesuai dengan anjuran pabrikan.
“Tekanan udara ban yang kurang merupakan pemicu utama pecah ban, kejadian sangat berbahaya yang dapat memicu kecelakaan di jalan. Pasalnya, ban merupakan salah satu komponen penting yang membutuhkan perawatan secara berkala. Paling sederhana namun krusial adalah menjaga tekanan udara ban sesuai rekomendasi Toyota,” kata Technical Leader Aftersales Auto2000 Aries Budiarto dalam siaran persnya.
Tekanan udara ban yang pas, sanggup menjaga bidang kontak telapaknya agar tetap optimal sehingga daya cengkeram ban ke permukaan jalan selalu pas. Tekanan udara yang sesuai juga membantu dindingnya menopang berat mobil serta meredam gaya akibat gerakan ban, sekaligus menjaga performa ban di jalan.
Pecah Ban Gegara Ban Kempis
Tekanan angin yang kurang memicu ban kempis. Nah kalo ban kempis efeknya jadi ke mana-mana. Berikut ini dampak buruk dari ban kempis.
1. Area Kontak Ban Berlebih dan Tidak Merata
Lantaran kempis, ban tidak memiliki area kontak dengan aspal (contact patch) yang cukup. Bahkan cenderung berlebih akibat hanya tertumpu di pinggir telapak ban. Kondisi ini dapat mengakibatkan ban aus di pinggir sisi luar dan dalam saja. Pengendalian juga makin sulit karena daya cengkeram ban terlalu kuat.
2. Dinding Ban Bergerak Berlebihan
Gerakan naik turun dinding ban menjadi berlebihan ketika kempis. Kenyamanan berkendara ikut menurun akibat gerakan dinding ban yang tiada henti. Di titik ini, mestinya pengemudi sudah sadar bahwa ban mobilnya kempis dari goyangan mobil yang tidak wajar.
Gerakan berlebih juga dapat terjadi ketika akselerasi atau pengereman, termasuk ketika belok. Karena itu, tekanan udara ban yang kurang akan langsung terasa pada pengendalian mobil yang lebih sulit. Biasanya, mobil juga akan menarik ke sisi ban yang kempis.
3. Ban Lepas atau Pecah Tanpa Disadari
Jika dibiarkan, ban menjadi terlalu lentur dan dapat membuat anyaman kawat baja dinding ban rusak. Ada dua hal yang dapat terjadi dan keduanya berakibat buruk. Pertama, dalam kondisi ekstrem di mana tekanan udara ban sangat rendah, mampu membuat ban terlepas dari pelek.
Terakhir dan tidak kalah berbahaya adalah ban pecah akibat bibir pelek menyentuh dinding ban ketika defleksi dan menyayatnya. Situasi ini biasa terjadi ketika muatan mobil penuh, perjalanan jauh, dan tekanan udara ban terlalu kempis. Perlahan tapi pasti, sayatan akan terbentuk melingkari ban hingga akhirnya pecah karena anyaman kawat baja sudah lepas.






