Ada Lagi Aja! Mobil Mewah Pakai Pelat Dinas Palsu, Kenapa Suka Main Pejabat-pejabatan?

Posted on

Kasus mobil mewah menggunakan pelat dinas palsu kembali terjadi. Kali ini, sebuahBMW 430i berkelir putih menjadi sorotan setelah kedapatan menggunakan pelat dinas Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan nomor 51692-00. Kemhan menegaskan bahwa pelat nomor yang menempel di mobil asal Jerman tersebut adalah bodong alias palsu. Lantas, kenapa banyak orang doyan pakai pelat dinas palsu?

“Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa pelat tersebut palsu dan tidak sah, serta tidak pernah diberikan izin penggunaannya,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).

Dia menjelaskan sedan BMW tidak masuk dalam inventaris kendaraan dinas. Dia juga mengatakan, pelat nomor tersebut pernah digunakan, namun izin pelat sudah berakhir. Kemhan menyebut pelat dengan nomor serupa pernah digunakan oleh Fortuner dan sempat viral.

“Adapun pelat tersebut pernah digunakan secara resmi oleh Mayjen TNI (Purn) Sudibyo, M.Si saat menjabat Warek I Unhan RI, namun izin penggunaan berakhir pada 1 Juni 2025 dan tidak diperpanjang, namun pelat yang sama pernah disalahgunakan pada kendaraan Toyota Fortuner dan sempat viral sekitar awal tahun 2025,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ricardo mengatakan penyalahgunaan pelat dinas merupakan pelanggaran hukum. Kemhan bersama TNI saat ini tengah melakukan penertiban.

“Penyalahgunaan pelat dinas merupakan pelanggaran hukum dan bukan cerminan kebijakan institusi. Saat ini Kemhan tengah berkoordinasi dengan POM TNI, Polri, serta aparat penegak hukum kewilayahan untuk melakukan penertiban, sekaligus mengimbau masyarakat untuk menyikapi setiap informasi di berbagai media secara bijak, menunggu klarifikasi resmi,” pungkasnya.

Kenapa pemobil doyan pakai pelat dinas palsu?

Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, penggunaan pelat dinas palsu kemungkinan dimanfaatkan agar mendapat prioritas di jalan.

“Ada beberapa jenis kendaraan yang digunakan oleh pihak TNI/Polri sebagai alat transportasi kedinasan dan beberapa dilengkapi alat bantu seperti strobo, pelat nomor dan warna khusus. Masyarakat atau oknum yang tidak bertanggung jawab dalam hal ini banyak memanfaatkan kondisi ini untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas kelancaran di jalan umum, sehingga segala cara dilakukan supaya tidak kena macet, menerobos barikade dan lain-lain,” kata Sony kepada detikOto, beberapa waktu lalu.

Sony mengingatkan bahwa petugas resmi mendapatkan fasilitas itu karena dalam rangka tugas negara, bukan asal-asalan. Kalau diikuti masyarakat sipil, belum tentu tahu aturan dan tujuannya.

“Sehingga justru akan mencoreng institusi negara dan bahkan bisa membahayakan lalu lintas,” sebutnya.

“Jadi banyak masyarakat yang tidak paham dalam melihat dan memahami, sehingga mencontoh yang tidak benar. Pesan saya, mulailah disiplin dari diri sendiri, bukan mencontoh dari yang tidak baik,” katanya.