Penjualan Anjlok, Merek China Ini Mau Tutup Banyak Dealer

Posted on

Pabrikan China Li Auto berencana menutup ratusan dealernya. Langkah ini ditempuh saat penjualannya anjlok.

Li Auto dilaporkan bakal menutup dealer-dealer dengan kinerja buruk. Belakangan penjualan mobil Li Auto memang terpantau mengalami penurunan di tengah persaingan yang sangat ketat. Kabarnya, perusahaan saat ini tengah mengevaluasi langkah tersebut. Pun jumlah dealer yang akan ditutup juga masih belum jelas, demikian diberitakan media lokal Lanjinger, sebagaimana dilansir CNEV Post.

Namun berdasarkan informasi dari laporan Sina, rencananya akan ada 100 dealer dengan kinerja buruk bakal ditutup pada semester pertama tahun 2026.

Sebagian besar dealer yang rencananya ditutup itu sebelumnya didirikan saat Li Auto tengah dalam fase ekspansi agresif. Bahkan disebutkan juga pada tahun 2023, perusahaan menjadi yang tercepat dalam pembangunan jaringan dealer. Pada tahun tersebut Li Auto menambah 179 dealer.

Per 31 Desember, Li Auto tercatat sudah mengoperasikan 548 dealer di 159 kota. Sementara di situs resminya, tertulis ada 904 dealer termasuk beberapa mitra dealer. Adapun penutupan dipercaya bisa meningkatkan biaya operasional perusahaan. Penutupan akan dilakukan pada dealer yang berlokasi di pusat perbelanjaan dengan biaya sewa tinggi serta memprioritaskan perluasan toko-toko di AutoPark.

Lokasi AutoPark umumnya menawarkan ruang yang lebih besar dan fungsi gabungan untuk penjualan, pengiriman, dan perawatan dengan biaya sewa lebih rendah dibandingkan dealer di pusat perbelanjaan tradisional. Perusahaan juga telah secara terbuka menanggapi rumor online tentang penutupan dealer besar-besaran sekaligus PHK. Pada klarifikasi resminya, Li Auto hanya menekankan bahwa dealer di pusat perbelanjaan yang tidak efisien bakal ditutup dan bukan merupakan penutupan massal.

Secara penjualan, pada tahun 2023 Li Auto tercatat mengirimkan 376.030 unit sekaligus meningkatkan penjualan sebesar 182,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2024, penjualannya masih mencatat kenaikan 33,1 persen. Total sepanjang tahun 2024, ada 500.508 unit mobil yang terjual.

Namun pada tahun 2025, penjualannya mulai anjlok. Penurunannya mencapai 18,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang tahun lalu, Li Auto hanya menjual 406.343 unit. Namun tiap bulannya tercatat tren negatif penjualan. Tahun 2026, Li Auto menargetkan penjualannya bisa naik 40 persen atau mencapai 550.000 unit.

Saksikan Live DetikPagi: