Indonesia kini memiliki fasilitas uji kendaraan terbesar di kawasan Asia Tenggara. Fasilitas uji kendaraan komprehensif itu dinamakan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) atau VTCC (Vehicle Testing and Certification Center). Apa saja proses pengujian yang ada di fasilitas ini?
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
BPLJSKB memiliki fasilitas yang lengkap untuk pengujian kendaraan bermotor bertaraf internasional, seperti laboratorium Crash Test, Braking System Test, Seatbelt Anchorage Test, Exhauts Emission Test, Electrical Safety Test, Rear View Mirror Test dan lainnya.
Selain itu, BPLJSKB mempunyai fasilitas proving ground yang sanggup mengetes kendaraan bermotor di luar ruangan atau outdoor. Meliputi pengetesan High Speed Oval Track, Noise Emission Loop Track, Low Friction Braking Track & Test Hills, Dynamic Area, Passive Safety Lab. dan Rear Visibility Lab.
Saat ini, pengembangan fasilitas di proving ground sudah mengakomodasi uji kendaraan sepeda motor, mobil penumpang, hingga kendaraan berat seperti truk juga bus. Total terdapat 16 tahapan uji yang mengacu pada aspek keselamatan, lingkungan hidup, dan performa kendaraan.
Fasilitas ini juga sudah sesuai dengan standar regulasi di Indonesia dan standar global, yakni Standar Asean Mutural Recognition Agreement (Asean MRA) yang mengacu pada standar UNECE.
Kehadiran fasilitas uji kendaraan komprehensif tersebut juga dibarengi dengan perkembangan industri otomotif di Indonesia yang tampak sangat pesat akhir-akhir ini. Apalagi jika melihat makin banyaknya merek mobil baru yang masuk ke Indonesia. Maka sangat diperlukan sistem dan fasilitas pengujian lengkap, bersertifikasi, dan bertaraf global.
Sejalan dengan hal itu, fasilitas Proving Ground BPLJSKB yang terletak di Cibitung, Bekasi, ini pun menggandeng TÜV Rheinland Indonesia untuk memperkuat dukungan peran technical service.
“Kerja sama ini bukan cuma koordinasi teknis semata, tetapi juga penguatan ekosistem pengujian nasional, yang nantinya akan ditransfer menjadi internasional. Harapannya, kerja sama ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh stakeholder dan pelaku industri dan komponen kendaraan bermotor di Indonesia,” ujar Tri Bowo Leksono selaku Kepala Seksi Pelayanan BPLJSKB dan Pelaksana Harian Kepala BPLJSKB, dalam keterangannya.
Dengan permintaan domestik yang kuat dan meningkatnya minat global, negara-negara di Asia Tenggara telah menjadi mata rantai vital dalam rantai pasokan otomotif global.
Selain jadi basis produksi otomotif di Asean, Indonesia saat ini juga berkembang menjadi pusat inovasi, penelitian dan pengembangan yang lebih maju dan modern. Semua itu membutuhkan fasilitas pengujian, lintasan pengujian, tenaga ahli penguji bertaraf nasional dan internasional, peralatan pengetesan canggih dan memadai serta kepatuhan terhadap standar global demi mendorong inovasi di bidang otomotif.
“Fasilitas tersebut tidak hanya akan meningkatkan keamanan dan kualitas produk, tetapi juga memberikan keunggulan kompetitif bagi Indonesia dan kawasan ini-membantu produsen lokal bersaing secara global dan menarik investasi lebih lanjut,” ujar Senior Vice President Mobility Asia Pasific TÜV Rheinland, Stefan Heuer.






