Membunyikan klakson panjang seringkali bikin emosi pengendara jadi tersulut. Tapi saat emosi tetap tak dibenarkan untuk melakukan aksi kekerasan terhadap pengguna jalan lainnya.
Mengendarai mobil tak sekadar membelok-belokan setir. Ada etika yang wajib dipahami pengendara. Salah satunya saat membunyikan klakson kendaraan. Bahkan menyoal bunyi klakson ini juga diatur pemerintah dalam PP nomor 55 tahun 2012 pasal 69.
Pertama pastikan suara klakson dalam keadaan baik dan dapat digunakan tanpa mengganggu konsentrasi pengemudi. Selanjutnya, menggunakan klakson hanya saat dibutuhkan. Pengendara juga harus mengetahui jarak yang tepat saat membunyikan klakson agar tidak mengganggu konsentrasi pengemudi lain. Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, juga mengungkap etika dalam membunyikan klakson. Salah-salah yang ada bikin pengendara jadi emosi dan ujungnya ribut. Sony bilang, bunyi klakson panjang seringkali menimbulkan konflik.
“Etika membunyikan klakson itu ada, kalaupun kita kaget jangan terlalu berlebihan dengan klakson panjang, otomatis itu sama aja mencari musuh ya, orang pasti akan marah diklakson panjang,” ujar Sony.
Kalaupun kamu kaget tiba-tiba ada pengendara yang hendak motong lajur, maka bisa membunyikan klakson dengan singkat. Sebab, kita terkadang tak mengetahui kondisi pengendara lain. Makanya, bisa jadi justru malah memicu emosi.
“Sekadar memperingati adanya bahaya atau pengendara lain melakukan hal-hal membahayakan. Tapi pasti klakson panjang rata-rata berbuntut konflik sih,” tambah Sony.
Meski demikian, tak dibenarkan juga untuk bersikap arogan terhadap pengguna jalan lain. Seperti yang dilakukan pengemudi BYD Atto 1 seperti tengah viral di media sosial. Mobil listrik mungil itu dinarasikan tak terima dengan bunyi klakson. Sopir BYD Atto 1 itu pun marah dan memukul pengendara yang ada di belakangnya tersebut. Korban pun mengalami luka sobek di bibir akibat pukulan dari sopir BYD Atto 1.
“Di dalam klasifikasi driving itu ada kelas namanya agresif driver. Nah agresif driver ini pengemudi yang ugal-ugalan di jalan yang tidak bisa mengontrol emosinya dia yang selalu nyari musuh di jalanan. Atau mungkin dia punya masalah dan masalahnya ditumpahkan ke jalan raya ditumpahkan lah ke pengendara lain,” tutup Sony.






