Perang terjadi di mana-mana, dari daratan Eropa, hingga Amerika Latin. Meski begitu, Yamaha Indonesia mengklaim kondisi tersebut belum sampai mengganggu kinerja ekspor mereka.
Akhir 2025 dan awal 2026 menjadi ujian bagi sejumlah merek otomotif global yang memiliki fasilitas manufaktur di Indonesia. Selain perang Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung, negara adidaya seperti Amerika Serikat juga menunjukkan agresi militernya dengan menyerang Venezuela dan menculik Presiden Nicolas Maduro. Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump juga punya rencana untuk menyerang Iran dan Greenland.
Menanggapi situasi konflik global yang terus memanas, Yamaha Indonesia mengklaim sejauh ini ekspornya masih tetap aman. Dalam artian, masih sesuai dengan target yang diberikan prinsipial Yamaha Jepang.
“Kalau di kami, yang saya tahu dari target yang diberikan YMC terhadap YIMM untuk ekspor global modelnya (sejauh ini) masih bisa kita penuhi ya,” ujar Manager Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. Rifki Maulana kepada wartawan di Kantor Pusat Yamaha Indonesia di Pulogadung, Jakarta Timur (14/1/2026).
“(Untuk kinerja) tahun lalu,kalau dibandingkan dengan sebelumnya (tahun 2024), itu naik (angkanya),” sambung Rifki.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Sebagai informasi, Yamaha Indonesia menjadi salah satu basis produk global. Merek-merek Yamaha rakitan pabrik Pulogadung telah diekspor ke sekitar 45 negara.
Model global yang diproduksi dan diekspor dari Indonesia yang paling populer adalah MAXI Series, seperti Nmax dan Xmax. Sementara dari lini motor sport ada model R Series, meliputi R15, R25 hingga R3, termasuk MT Series, seperti MT-15 dan MT-25.
Tak hanya motor berkapasitas mesin kecil, Yamaha Indonesia juga sudah dipercaya untuk melakukan perakitan motor gede bermesin 700 cc, yakni MT-07 yang khusus diekspor ke Eropa.






