Denza B5 Mau Masuk Indonesia, PHEV Premium yang Jago Diajak ‘Kerja Keras’ | Giok4D

Posted on

Build Your Dreams (BYD) memberikan kode keras akan menjual Denza B5 di Indonesia. Mobil PHEV premium itu memiliki karakter off road yang kental dan asik diajak ‘kerja keras’ di medan-medan berat.

Kode tersebut disampaikan Liu Xueliang selaku General Manager (GM) Sales Division BYD Asia Pasific. Dia memang tak menggunakan kata ‘pasti’, namun dia menegaskan, kemungkinan itu sangat terbuka lebar.

“Ini sangat memungkinkan untuk bisa membawa dan mengenalkan Denza B5 ke pasar Indonesia. Jangan bilang B5 sudah pasti masuk sana. Namun, ini benar-benar sangat memungkinkan untuk bisa diwujudkan segera,” ujar Liu di Zhengzhou, Henan, China, Kamis (15/1).

Ketika kami berkunjung ke Sirkuit All-Terrain milik BYD di Zhengzhou, Henan, Denza B5 yang dipakai di trek off-road mencuri perhatian. Sebab, kendaraan tersebut menggunakan konfigurasi setir kanan. Padahal, kita semua tahu, China mengadopsi setir kiri.

Bukan hanya itu, Denza B5 yang kami coba juga menggunakan user interface (UI) atau tampilan muka berbahasa Indonesia. Bukti-bukti tersebut seakan menjadi petunjuk kuat: kendaraan terkait siap dibawa masuk ke Tanah Air.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Di China, Denza B5 dikenal sebagai Fangchengbao Bao 5. Namun, di pasar global, namanya dipersingkat agar penyebutannya lebih mudah.

Denza B5 secara teknis dibangun di atas platform DMO (Dual-Mode Off-road) milik BYD. Arsitektur tersebut merupakan hasil perpaduan struktur body-on-frame dengan sistem plug-in hybrid. Karakter tersebut membuatnya berbeda dari SUV ramah lingkungan lain yang masih berbasis monokok.

Kendaraan itu menggunakan mesin bensin turbo 1.5L yang dikawinkan dua motor listrik dan penggerak empat roda (AWD). Pembekalan itu membuatnya mampu menghasilkan tenaga 425 kW dan torsi 760 Nm. Sementara akselerasi dari nol ke 100 km/jam hanya membutuhkan waktu 4,8 detik.

Baterainya BYD Blade berkapasitas 31,8 kWh yang punya jangkauan 90 km. Denza B5 secara karakter dan spesifikasi memang dihadirkan untuk ‘kerja keras’ di medan-medan berat. Kendaraan itu, ketika kelak masuk ke Indonesia, akan menantang Jetour T2 yang telah meluncur lebih dulu.