Garansi mobil BYD bersifat mengikat. Meski berpindah tangan, garansi tersebut tetap bisa digunakan pemilik barunya.
Garansi mobil BYD tetap berlaku sekalipun mobil berpindah tangan. Itu artinya, ketika pemilik jual mobil BYD, pemilik berikutnya tetap bisa menikmati garansi selama masih berlaku. Dikutip Instagram resmi BYD Indonesia, ada sejumlah garansi yang diberikan terhadap mobilnya yang dijual di Tanah Air.
Pertama ada garansi baterai selama 8 tahun atau 160.000 km atau SoH (State of Health) lebih dari 70 persen. Ada juga garansi traksi motor selama 8 tahun atau 150.000 km. Terakhir ada garansi kendaraan selama 6 tahun atau 150.000 km.
Dijelaskan juga syarat garansi itu tetap berlaku jika kamu memakai suku cadang asli dan melakukan perawatan berkala di bengkel resmi BYD.
“Dari kendaraan, traction battery, sampai driver unit, semua dilindungi bertahun-tahun. Bukan cuma soal EV yang canggih, tapi soal rasa aman jangka panjang,” tulis BYD Indonesia.
Garansi menjadi salah satu faktor penting dalam perawatan mobil. Apalagi kalau bicara mobil listrik, garansi tentu jadi pertimbangan tersendiri sebelum pembelian. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu menyampaikan bahwa garansi memegang peran penting apabila nantinya baterai mengalami masalah, dikarenakan harga baterai yang sangat mahal, maka garansi memainkan peran besar dalam efisiensi pengeluaran konsumen.
“Baterai mobil ini kan ada garansinya kalau beli dari authorized dealer, ada yang 5 sampai 10 tahun (garansinya). Nah itu yang kita (konsumen) pegang, jadi garansi ini penting untuk kendaraan baru,” ujar Yannes beberapa waktu lalu.
“Garansinya bukan hanya soal jaminan daya simpan atau kapasitas baterainya saja, tapi perlu ada juga garansi soal kualitas baterainya sendiri, misalnya kalau sampai terjadi apa-apa, seperti baterainya mengalami thermal run out, misalnya jadi meledak atau terbakar, itu harus ada jaminan garansi dan asuransi dari penjual,” sambungnya.






